Suarapantura.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam proses naturalisasi pemain untuk memperkuat skuad Garuda. Dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com di Jakarta, Jumat (16/10/2026), Herdman menyebut aturan yang berlaku di Indonesia membuat proses tersebut lebih rumit dibandingkan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.
Herdman menjelaskan tim pelatih telah menjajaki peluang naturalisasi sejumlah pemain asing yang telah lama berkarier di kompetisi domestik dan berkeinginan menetap di Indonesia. "Jadi, kami telah mencoba pada beberapa pemain, dan aturannya sedikit menantang," ujar Herdman.
Salah satu kendala utama berkaitan dengan perhitungan masa tinggal. Menurut pelatih asal Inggris itu, pemain yang meninggalkan Indonesia - meski hanya untuk berlibur atau mengunjungi keluarga di negara asalnya - berisiko menghambat pemenuhan persyaratan yang berlaku. "Sebab, jika Anda meninggalkan negara ini, hal tersebut akan menghambat prosesnya, meskipun Anda kembali ke negara asal hanya untuk liburan atau menemui keluarga," katanya.
Herdman pun membandingkan situasi tersebut dengan negara lain di kawasan. "Jadi, prosesnya tidak sekerap atau semudah di Vietnam, Thailand, atau Malaysia dalam menaturalisasi pemain," ujarnya.
Di tengah berbagai keterbatasan itu, Herdman menegaskan Timnas Indonesia masih terus berburu penyerang berkualitas untuk menambah opsi di lini depan. Ia menilai penambahan pilihan di sektor serang penting agar skuad Garuda memiliki lebih banyak solusi dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Herdman juga mengakui timnya sempat mendekati penyerang VVV Venlo, Dean Zandbergen, namun prosesnya tidak dapat dilanjutkan karena garis keturunan sang pemain yang hanya sampai buyut dinilai belum memenuhi persyaratan.
Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang sebelumnya menangani timnas Kanada. Ia sukses membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dan kini fokus membangun skuad yang kompetitif untuk Piala Asia 2027 serta upaya lolos ke Piala Dunia 2030. Herdman yang kini menetap di Indonesia mengaku rutin memantau kompetisi domestik demi menemukan talenta yang berpotensi berkembang ke level yang lebih tinggi.
Sumber: LigaOlahraga.com, LensaHukum.co.id (mengutip wawancara Kompas.com)