Suarapantura.com - Isu pengurangan poin tengah menyeret sejumlah klub sepak bola Indonesia. Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan PSIS Semarang disebut-sebut terancam kehilangan poin buntut serangkaian insiden yang melibatkan suporter.
Kabar tersebut pertama kali mencuat di media sosial. Sebuah akun Instagram pada Senin (19/10/2026) mengunggah informasi mengenai sejumlah klub yang disebut terancam pengurangan poin, disertai logo Persija, Persita, dan PSIS. Pembahasan serupa juga muncul di platform X, dengan akun yang menyebut nama ketiga klub tersebut.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas sepak bola mengenai dugaan sanksi itu. Dengan kata lain, kabar pengurangan poin masih sebatas rumor dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sejumlah warganet menduga rumor tersebut berkaitan dengan insiden kerusuhan yang melibatkan suporter. Akan tetapi, dugaan itu belum disertai penjelasan maupun bukti yang memastikan hubungan antara insiden tersebut dan kemungkinan sanksi pengurangan poin.
Terlepas dari rumor itu, ancaman sanksi pengurangan poin memang pernah dilontarkan PSSI. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026), membuka kemungkinan sanksi tersebut bagi klub yang dinilai gagal mengendalikan suporternya.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya," ujar Erick yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.
Pernyataan Erick disampaikan menyusul penyerangan terhadap bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026), serta serangan terhadap bus rombongan suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon, sehari kemudian. Erick menilai kedua insiden tersebut telah mengarah pada tindakan kriminal.
Sorotan terhadap Persija menguat setelah kericuhan pecah dalam laga BRI Super League 2026/2027 antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026). Bentrokan antarsuporter itu sempat menghentikan pertandingan dan memicu desakan agar Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman tegas.
Menanggapi wacana sanksi, Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra meminta PSSI tidak sembarangan menjatuhkan hukuman. Ia mempertanyakan dasar hukum pengurangan poin, mengingat aturan tersebut disebut masih dalam tahap penyusunan dan belum berlaku resmi.
"Oke, pertama-tama, pengurangan poin kita harus lihat dulu apakah memang aturannya sudah berlaku atau belum," kata Aditya kepada awak media.
Aditya juga menyinggung Kode Disiplin PSSI 2025 tentang tanggung jawab klub atas tingkah laku buruk penonton, termasuk di luar perimeter stadion. Meski mempertanyakan dasar sanksi, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terganggu akibat ulah oknum suporter.
Hingga kini, Komdis PSSI belum mengumumkan keputusan resmi terkait sanksi atas insiden-insiden tersebut. Besaran hukuman, jika ada, akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukti yang tersedia, serta regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, isu pengurangan poin yang menyeret Persija, Persita, dan PSIS masih sebatas rumor. Publik disarankan menunggu keterangan resmi dari otoritas sepak bola sebelum menarik kesimpulan.
Sumber: harapanrakyat.com, ntvnews.id/Antara, football5star.net, viv.co.id, pasundanekspres.id, zoaharian.com