Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Lampaui Target di Nagoya, Indonesia Bidik Paralimpiade 2028

M teguh•
Olah Raga

Foto: Nabamart

Suarapantura.com - Kontingen Indonesia menutup kiprahnya di Asian Para Games 2026 dengan capaian yang jauh melampaui target awal. Dari target tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu, Indonesia mengumpulkan 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu hingga penutupan penghitungan medali pada Jumat malam, 23 Oktober 2026.

Kontingen Merah Putih berangkat ke Nagoya, Jepang, pada 13 Oktober 2026 dengan 103 atlet yang berlaga di 12 cabang olahraga. Target tersebut disusun berdasarkan hasil persiapan para atlet, termasuk absennya para catur yang pada edisi sebelumnya menjadi salah satu lumbung emas.

Chef de Mission Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan ofisial atas hasil tersebut. Ia menyebut capaian itu sebagai kebanggaan, karena target terlampaui lebih dari 100 persen, dan berterima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia di tanah air maupun di Jepang.

Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia 2026, Jorge Martin Terpuruk di Posisi 20
Baca Juga · Olah Raga
Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia 2026, Jorge Martin Terpuruk di Posisi 20

Sejumlah atlet muda menjadi sorotan dalam capaian tersebut. I Kadek Dwi Purwana Yasa, atlet lempar cakram asal Bali yang baru berusia 18 tahun, meraih emas kelas F57 dengan lemparan 49,75 meter yang memperbaiki rekor dunianya sendiri. Di kolam renang, perenang muda Abdil Majid Rahman yang berusia 17 tahun juga menyumbang emas bagi Indonesia.

Emas ke-14 Indonesia dipersembahkan sprinter Partin dari nomor lari 100 meter T63. Partin mencatat waktu 12,37 detik dan memecahkan rekor Asian Para Games di Stadion Atletik Mizuho Park, Nagoya, pada Jumat malam. Ia mengalahkan sprinter Thailand Phalathip Khamta yang finis dengan 12,72 detik dan sprinter Sri Lanka Charitha Indrapala dengan 13,39 detik.

Empat Wakil Indonesia Tembus Perempat Final Hylo Open 2026
Baca Juga · Olah Raga
Empat Wakil Indonesia Tembus Perempat Final Hylo Open 2026

Capaian itu terasa istimewa bagi Partin, atlet asal Magelang, Jawa Tengah, yang sempat mengalami cedera hamstring seusai ASEAN Para Games di Thailand pada awal tahun. Ia menjalani pemulihan lebih dari tiga bulan sebelum kembali berlatih penuh bersama tim para-atletik Indonesia, dan kini membidik waktu di bawah 12 detik pada kejuaraan berikutnya.

Asian Para Games 2026 dijadwalkan ditutup dengan upacara penutupan di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Bagi Indonesia, hasil di Nagoya menjadi modal menatap dua agenda besar berikutnya, yakni ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Timnas U-15 Indonesia Hadapi Benin di Laga Penentu Peringkat 71 Piala Dunia U-15
Baca Juga · Olah Raga
Timnas U-15 Indonesia Hadapi Benin di Laga Penentu Peringkat 71 Piala Dunia U-15

Reda mendorong program pemusatan latihan nasional diperpanjang agar prestasi atlet lebih konsisten. Menurutnya, pelatnas untuk Asian Para Games kali ini hanya berlangsung tiga bulan, padahal dibutuhkan sedikitnya enam bulan, terutama karena sejumlah atlet yang belum meraih medali maupun peraih perunggu masih terkendala persoalan fisik.

Perenang senior Jendi Pangabean menilai munculnya generasi baru menjadi kabar baik bagi para renang Indonesia. Meski dirinya meraih perak di Nagoya, ia menyebut para renang Indonesia tetap meraih tiga emas lewat atlet-atlet muda, dan mengingatkan para atlet untuk menjaga disiplin latihan agar tidak cepat puas.

Sumber: Jawawa, Nabamart.

Tags:
#asian para games#indonesia#para atletik#para renang#nagoya#paralimpiade
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…