Suarapantura.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tewasnya seorang suporter Persib Bandung, Bobotoh, usai pertandingan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Erick menegaskan keselamatan suporter harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan sepak bola di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Erick di Jakarta, Senin (26/10/2026), menanggapi insiden yang menewaskan remaja berinisial ARK (16) pada Minggu malam (25/10/2026). Korban diduga diserang dalam perjalanan pulang seusai menyaksikan laga Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, yang dimenangi Persib dengan skor 2-1.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Resor Bogor, korban bersama rekannya melaju dengan sepeda motor di Jalan Raya Jakarta-Bogor, sekitar kilometer 50-51, ketika insiden terjadi. Korban diduga dibacok dengan senjata tajam jenis celurit hingga mengenai bagian punggung, lalu terjatuh dan ditemukan tergeletak di tengah jalan oleh rekannya.
Polisi bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas mengamankan seorang pria dewasa berinisial MIR di kawasan Kaum Pandak, Kabupaten Bogor, pada Senin sore. Penyidik turut menyita sebilah celurit yang diduga dibuang pelaku ke selokan serta pakaian milik korban sebagai barang bukti.
Terduga pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi menyatakan masih mendalami motif serta rangkaian lengkap peristiwa tersebut.
Erick menyebut dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kapolres Bogor dan meminta kasus ini ditindaklanjuti hingga tuntas. Ia mengatakan lima orang telah diamankan terkait peristiwa tersebut, meski kepolisian belum merinci identitas, peran, maupun motif masing-masing pihak yang diamankan.
Menurut Erick, penanganan insiden suporter bergantung pada lokasinya. Peristiwa di luar area pertandingan menjadi ranah kepolisian, sementara kerusuhan di dalam stadion menjadi tanggung jawab klub dan komunitas suporter, dengan sanksi yang bisa berupa pengurangan poin.
Ia bahkan mengingatkan agar tragedi seperti Kanjuruhan tidak terulang. Jika insiden serupa kembali terjadi, Erick mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin sebanyak-banyaknya agar memberi efek jera, serta pembatasan suporter tandang bila diperlukan.
Persib Bandung telah menyampaikan belasungkawa atas kepergian ARK. Ketua Viking Persib Club disebut bertakziah ke rumah duka dan mengajak Bobotoh menahan diri serta menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga yang memiliki informasi diminta menyampaikannya kepada polisi. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban dan motif pelaku masih dalam penyidikan.
Sumber: OWRITE, KBK News, Investortrust, PublikUpdate.