Suarapantura.com - Kabar baik datang untuk bulutangkis Indonesia dari pembaruan peringkat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Tiga pasangan Merah Putih kompak naik peringkat, dengan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menembus 10 besar dunia untuk pertama kalinya.
Amri/Nita naik tiga tingkat, dari peringkat ke-12 menjadi peringkat kesembilan dunia. Pencapaian tersebut menjadi posisi terbaik mereka sepanjang berpasangan. Indonesia pun kembali memiliki wakil di jajaran 10 besar ganda campuran, setelah terakhir ditempati Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu pada Juni lalu.
Kenaikan Amri/Nita tidak lepas dari rentetan hasil positif sepanjang 2026. Mereka mencapai semifinal Kejuaraan Dunia 2026 pada Agustus dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menembus babak tersebut, sekaligus membawa pulang medali perunggu yang bernilai 10.500 poin. Medali perak Asian Games 2026 serta tambahan 6.050 poin dari French Open 2026 turut mengangkat posisi mereka.
Di French Open, langkah Amri/Nita memang terhenti pada perempat final. Mereka kalah dari pasangan China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, lewat pertandingan tiga gim dengan skor 21-13, 13-21, dan 13-21. Namun hasil itu sudah cukup untuk mengerek peringkat mereka ke sembilan besar dunia.
Kabar baik juga datang dari sektor ganda putra. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin naik dua peringkat, dari posisi 14 ke posisi 12 dunia, dengan koleksi 61.486 poin. Tambahan poin itu mereka dapatkan dari French Open pekan lalu, ketika mereka melaju hingga semifinal usai menyingkirkan wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi, sebelum dihentikan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Lompatan lebih besar dicatatkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang naik enam posisi dari peringkat 25 ke peringkat 19 dunia. Kenaikan ini menjadi modal berharga bagi kedua pasangan muda tersebut untuk terus bersaing di level elite.
Pembaruan peringkat ini datang pada momen yang tepat, ketika para wakil Indonesia tengah bersiap tampil di Hylo Open 2026 di Jerman pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Bagi Amri/Nita, konsistensi menjadi kunci berikutnya, sebab persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 akan dimulai tahun depan dengan target menembus delapan besar dunia demi menjaga peluang kualifikasi.
Sumber: Juara.net mengutip laman resmi BWF dan Detik Sport via LensaHukum.