Suarapantura.com - Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia. Penyerang sayap Barcelona itu meraih Trofi Kopa 2026, penghargaan untuk pemain muda terbaik, dan menjadi pemain pertama yang memenangi trofi tersebut tiga kali secara beruntun.
Penghargaan itu diumumkan dalam malam gala Ballon d'Or ke-70 di London Palladium, London, pada Senin malam waktu setempat. Trofi Kopa diberikan kepada pemain terbaik berusia di bawah 21 tahun, dengan pemenang dipilih oleh juri yang terdiri atas para mantan pemenang Ballon d'Or.
Yamal, yang masih berusia 19 tahun, sebelumnya sudah memenangi Trofi Kopa pada 2024 dan 2025. Keberhasilan pada 2026 melengkapi hattrick penghargaan individu tersebut, sebuah capaian yang belum pernah diraih pemain lain sejak trofi ini pertama kali diberikan pada 2018.
Musim 2025/2026 menjadi fondasi kuat bagi kemenangan Yamal. Ia membantu Barcelona menjuarai La Liga dan Piala Super Spanyol. Di kompetisi domestik Spanyol, ia mencetak 16 gol dan menyumbang 12 assist, sekaligus terpilih sebagai Pemain Terbaik La Liga. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 24 gol untuk klub asal Catalunya tersebut sepanjang musim.
Di level tim nasional, Yamal juga menambah koleksi gelarnya bersama Spanyol dengan menjuarai Piala Dunia 2026. Ia mencetak gol pertamanya di turnamen itu ke gawang Arab Saudi, dan tercatat sebagai pemain termuda yang pernah memenangi Piala Eropa sekaligus Piala Dunia.
Dalam perebutan Trofi Kopa tahun ini, Yamal mengungguli sejumlah talenta muda lainnya, termasuk rekan setimnya di Barcelona, Pau Cubarsi, gelandang Paris Saint-Germain Warren Zaire-Emery, serta penyerang Real Madrid Yan Diomande. Nama-nama tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di antara pemain muda terbaik dunia saat ini.
Pada kategori putri, Trofi Kopa 2026 diraih gelandang Barcelona, Vicky Lopez. Lopez memenangi penghargaan itu untuk kedua kalinya secara beruntun, setelah musim di mana ia membantu Barcelona meraih lima trofi dan mencetak 17 gol.
Dominasi Barcelona dalam penghargaan pemain muda ini pun berlanjut. Sebelum era Yamal, Trofi Kopa pernah diraih Pedri pada 2021 dan Gavi pada 2022. Sejak itu, tiga edisi berikutnya seluruhnya menjadi milik Yamal, menegaskan posisi klub Catalunya tersebut sebagai salah satu penghasil talenta muda terbaik dunia.
Dengan tiga Trofi Kopa sebelum genap berusia 20 tahun, Yamal kini memasuki fase baru dalam kariernya: dari sekadar wonderkid menjadi salah satu bintang utama sepak bola dunia yang prestasinya terus ditunggu pada musim-musim berikutnya.
Sumber: DAZN, OneFootball.