Suarapantura.com - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menatap seri Moto3 Malaysia di Sirkuit Sepang dengan satu misi yang jelas: menebus kesempatan yang hilang di Australia. Setelah mencatatkan pole position bersejarah, balapan di Phillip Island batal digelar karena cuaca buruk, sehingga Veda tidak sempat mengubah posisi start terdepan itu menjadi hasil balapan.
Kini, fokusnya beralih ke Sepang. Seri Grand Prix Malaysia dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Bagi Veda, sirkuit ini bukan tempat yang asing. Ia sudah berkali-kali tampil di sana sejak masa junior, dan sejumlah hasil positif di Sepang menjadi modal penting menjelang akhir pekan balapan.
Perjalanan Veda menuju pole position di Australia sendiri berlangsung dramatis. Pada sesi latihan Jumat, ia hanya menempati posisi ke-16 sehingga harus berjuang lewat kualifikasi pertama (Q1). Dari sana, ia lolos ke Q2 dan kemudian mencatatkan waktu terbaik 1 menit 35,299 detik, unggul tipis 0,021 detik atas Maximo Quiles. Hasil itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di Kejuaraan Dunia Moto3.
Sayangnya, cuaca buruk pada hari balapan membuat seluruh balapan utama di Phillip Island, termasuk Moto3, tidak dapat digelar. Penyelenggara mengambil keputusan tersebut demi keselamatan, antara lain karena keterbatasan operasional helikopter medis dalam kondisi jarak pandang yang buruk. Veda pun harus pulang tanpa balapan, meski sudah mengamankan posisi start terdepan.
Sepang menawarkan cerita yang berbeda. Pada 2023, Veda memenangi balapan kedua Asia Talent Cup di sirkuit tersebut, kemenangan yang sekaligus mengunci gelar juara musim itu dengan sembilan kemenangan dari 12 balapan. Setahun sebelumnya, ia finis kedua pada balapan kedua di tempat yang sama. Di ajang Asia Road Racing Championship, ia juga pernah naik podium di Sepang, baik di kelas AP250 pada 2023 maupun Supersport 600 pada 2024.
Rekam jejak itu membuat Sepang terasa seperti lintasan yang bersahabat bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut. Namun, Moto3 adalah level yang jauh lebih ketat. Veda menjalani musim debutnya di kejuaraan dunia bersama Honda Team Asia pada 2026, setelah menapaki jalur pembinaan lewat Asia Talent Cup, Red Bull MotoGP Rookies Cup, dan JuniorGP.
Menjelang seri Australia, Veda berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 111 poin. Karena balapan Australia batal, poin tersebut tidak berubah, sehingga konsistensi finis di zona poin di seri-seri tersisa menjadi kunci untuk mempertahankan posisinya di papan atas. Persaingan di papan tengah klasemen masih rapat, sehingga satu hasil buruk bisa menggeser posisinya.
Di Sepang, tantangan terbesar Veda bukan hanya kecepatan satu lap, melainkan menjaga ritme sepanjang balapan, mengelola ban, dan membaca perubahan kondisi lintasan. Pengalaman tampil di berbagai kelas dan kondisi di Sepang diharapkan membantunya beradaptasi lebih cepat dibanding seri-seri yang baru pertama kali ia datangi.
Seri Malaysia juga menjadi penanda penting dalam perjalanan Veda menuju level yang lebih tinggi. Setiap poin dan setiap finis di depan akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di Moto3. Setelah kehilangan satu peluang emas di Australia, Sepang adalah panggung penebusan yang paling tepat.
Sumber: Asean Coverage Sports, Aktualita.