Suarapantura.com - Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menuju Olimpiade Los Angeles 2028 sejak tahun ini. Persiapan yang lebih awal ini diharapkan memberi waktu lebih panjang bagi para atlet untuk meningkatkan performa sebelum tampil di ajang olahraga terbesar dunia tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan rencana tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Menurut Erick, pemerintah tidak lagi menunggu hingga sekitar enam bulan sebelum Olimpiade digelar, seperti pada pola persiapan sebelumnya.
"Kita tahu beberapa cabang unggulan seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, panahan, kita akan mulai persiapkan yang namanya pelatnasnya mulai tahun ini. Jadi tidak lagi 6 bulan sebelumnya, tapi tahun ini," ujar Erick.
Empat cabang olahraga menjadi prioritas dalam persiapan awal ini, yakni angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan. Keempatnya selama ini dikenal sebagai andalan Indonesia di berbagai ajang multievent, termasuk Olimpiade.
Erick mengatakan rencana persiapan tersebut sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pembinaan yang dimulai lebih awal dapat membuat program latihan disusun lebih matang, termasuk dalam mengukur perkembangan dan kesiapan atlet menghadapi persaingan internasional.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menyampaikan pandangan senada pada hari yang sama. Menurut Taufik, pemerintah memberikan perhatian lebih pada sejumlah cabang olahraga dalam pembinaan menuju Los Angeles 2028, karena pembinaan atlet tidak bisa berjalan secara instan.
Taufik menilai persaingan menuju Olimpiade 2028 semakin ketat. Karena itu, dukungan pemerintah perlu menyentuh berbagai kebutuhan atlet, mulai dari program latihan, kesempatan mengikuti pertandingan, hingga fasilitas dan aspek pendukung lainnya.
Dengan masa persiapan yang lebih panjang, pemerintah berharap kesiapan atlet Indonesia meningkat saat tampil di Los Angeles. Persiapan menuju Olimpiade pun tidak hanya berfokus pada waktu menjelang keberangkatan, tetapi pada proses pembinaan yang dimulai sejak jauh hari.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi Indonesia di level dunia, setelah sejumlah cabang tersebut menyumbang medali pada ajang-ajang internasional sebelumnya.
Sumber: Holopis dan Ujaran, mengutip pernyataan Menpora Erick Thohir dan Wamenpora Taufik Hidayat.