Suarapantura.com - Atlet wushu Indonesia, Asael Christo Jacob Rondonuwu, memastikan tempat di final nomor changquan gabungan putra pada Youth Olympic Games Dakar 2026. Kepastian itu didapat setelah Asael menutup babak penyisihan di posisi kedua, sehingga peluang Indonesia menambah medali di ajang remaja dunia tersebut tetap terbuka.
Pada babak penyisihan yang digelar di Dakar Expo Center, Diamniadio, Senegal, Asael mengumpulkan total 18,613 poin dari dua jurus yang dipertandingkan. Ia membukukan 9,300 poin pada jurus changquan dan 9,313 poin pada jurus gunshu, atau jurus tongkat. Kedua nilai tersebut sama-sama menempatkannya di peringkat kedua pada masing-masing jurus.
Posisi pertama babak penyisihan ditempati wakil China, Lin Yilei, dengan total 18,780 poin. Sementara itu, peringkat ketiga diraih Lee Yoon-sang dari Korea Selatan dengan 18,406 poin. Delapan atlet terbaik dari babak penyisihan berhak melaju ke final, dari total 12 peserta yang berasal dari 12 negara.
Final nomor changquan gabungan putra dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, di tempat yang sama. Pada babak final, para finalis kembali menampilkan jurus changquan dan gunshu untuk menentukan peraih medali. Hingga laporan ini disusun, hasil final tersebut belum diumumkan dalam sumber yang diverifikasi.
Wushu menjadi salah satu cabang yang untuk pertama kalinya dipertandingkan sebagai cabang medali pada Youth Olympic Games di Dakar. Kehadiran Asael di final menjadi kabar penting bagi kontingen Indonesia, yang sebelumnya sudah membuka perolehan medali lewat perunggu judoka Sashenka Cahaya Fatimah pada nomor 63 kilogram putri.
Asael merupakan satu-satunya atlet wushu Indonesia di Dakar 2026. Hal itu sesuai ketentuan Federasi Wushu Internasional (IWUF) yang memberi jatah satu atlet wushu untuk setiap negara pada ajang tersebut. Penetapan Asael sebagai wakil Indonesia antara lain didasarkan pada peringkat keempat yang ia raih pada nomor gabungan tersebut di Kejuaraan Dunia Junior 2026.
Sebelum berangkat ke Senegal, Asael menjalani pemusatan latihan selama sekitar satu bulan di Fuzhou, Fujian, China, pada 18 September hingga 17 Oktober 2026. Program tersebut difasilitasi Pengurus Besar Wushu Indonesia sebagai bekal menghadapi kompetisi remaja dunia itu.
Bagi Indonesia, final yang dijalani Asael bukan sekadar perebutan medali. Penampilan di final Youth Olympic Games menjadi panggung penting bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan melawan pesaing dari berbagai negara, sekaligus membuka jalan menuju jenjang senior. Dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia diharapkan mengiringi perjuangan Asael pada partai final di Dakar.
Sumber: ANTARA melalui Respon Radio, hasil resmi Dakar 2026, dan Poskota.