Suarapantura.com - Atlet wushu muda Indonesia, Asael Christo Jacob Rondonuwu, meraih medali perak pada Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Ia finis di posisi kedua nomor gabungan changquan dan gunshu putra setelah mengumpulkan total nilai 18,709 pada babak final di Dakar, Senegal.
Pada final yang digelar di Dakar Expo Centre, Diamniadio, Asael membukukan nilai 9,353 dari nomor changquan dan 9,356 dari nomor gunshu. Perolehan itu menempatkannya di bawah wakil China, Lin Yilei, yang merebut medali emas dengan total 18,796. Selisih keduanya hanya 0,087 poin, sebuah jarak yang sangat tipis untuk nomor taolu yang dinilai dari ketepatan dan kualitas gerakan.
Medali perunggu menjadi milik wakil Iran, Arash Pahali, dengan total nilai 18,603. Asael unggul 0,106 poin atas Pahali, sehingga posisi kedua yang diraihnya dipastikan lewat dua penampilan yang konsisten, bukan dari satu nomor saja.
Hasil final tersebut melengkapi perjalanan Asael sejak babak penyisihan. Pada tahap awal, ia menempati peringkat kedua dengan total 18,613, yang terdiri atas nilai 9,300 pada changquan dan 9,313 pada gunshu. Posisi itu membawanya lolos ke babak final bersama tujuh pesaing terbaik lainnya.
Capaian ini terasa istimewa karena wushu untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam program Youth Olympic Games. Asael menjadi satu-satunya wakil Indonesia di cabang tersebut, dan ia langsung mampu menembus podium pada penampilan debutnya di ajang multicabang remaja terbesar dunia itu.
Medali perak Asael merupakan medali kedua yang diraih kontingen Indonesia di Dakar 2026. Sebelumnya, pejudo putri Sashenka Cahaya Fatimah mempersembahkan medali perunggu nomor 63 kilogram putri setelah mengalahkan wakil Aljazair, Dounia Berrahoual. Kombinasi satu perak dan satu perunggu itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-26 klasemen sementara pada saat laporan hasil final wushu tersebut beredar.
Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasi atas capaian Asael. Ia menilai hasil tersebut membuktikan atlet wushu Indonesia mampu bersaing di level dunia. "Asael telah membuktikan atlet wushu punya potensi meraih prestasi di ajang dunia. Mudah-mudahan wushu bisa dipertandingkan pada Olimpiade Brisbane 2032 nanti," ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan harapan jangka panjang pembinaan wushu nasional. Setelah debut di Youth Olympic Games, cabang ini diharapkan bisa melangkah lebih jauh menuju panggung Olimpiade senior, dengan generasi muda seperti Asael sebagai fondasinya.
Bagi kontingen Indonesia, medali perak ini juga menjadi modal berharga untuk sisa pertandingan di Dakar. Ajang yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026 itu masih menyisakan sejumlah nomor dari cabang lain, sehingga peluang menambah medali tetap terbuka bagi 12 atlet muda yang dibawa Indonesia ke Senegal.
Meski belum meraih emas, penampilan Asael menunjukkan bahwa pembinaan jangka panjang, termasuk pemusatan latihan di China sebelum keberangkatan, mulai membuahkan hasil. Konsistensinya di dua nomor yang dipertandingkan menjadi penanda bahwa ia tidak hanya mengandalkan satu kekuatan, melainkan kesiapan menyeluruh sebagai atlet taolu.
Sumber: Berita Hari Ini, iNews.id, APS Senegal.