Suarapantura.com - Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mengawali misi mempertahankan gelar Chennai Open dengan kemenangan meyakinkan. Ia menundukkan wakil Amerika Serikat, Katherine Hui, dua set langsung pada babak 32 besar di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India.
Janice yang berstatus unggulan pertama tampil dominan sejak awal. Pada set pertama, ia langsung merebut empat gim beruntun sebelum menutup set pembuka dengan skor 6-1. Pola serupa terulang pada set kedua: Janice kembali unggul 4-0, lalu memastikan kemenangan 6-2 meski Hui sempat merebut dua gim.
Pertandingan itu hanya berlangsung 59 menit. Statistik laga menunjukkan dominasi Janice dalam perolehan poin, yakni 68 persen berbanding 32 persen untuk Hui. Janice juga mencatatkan dua ace dan tidak melakukan satu pun kesalahan servis ganda sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini mengantar petenis berusia 24 tahun itu ke babak 16 besar turnamen WTA 250 tersebut. Janice datang ke Chennai sebagai unggulan pertama, dan ia tercatat sebagai petenis Asia pertama yang menempati posisi unggulan teratas sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen ini.
Hasil positif tersebut menjadi modal penting bagi Janice untuk mempertahankan trofi yang diraihnya pada Chennai Open 2025. Pada final edisi sebelumnya, ia mengalahkan petenis Australia, Kimberly Birrell, dengan skor 6-4 dan 6-3. Gelar itu mengakhiri penantian panjang selama 23 tahun bagi Indonesia untuk kembali memiliki juara tunggal putri di level WTA, setelah terakhir diraih Angelique Widjaja pada 2002.
Pada babak 16 besar, Janice dijadwalkan menghadapi petenis Taiwan, Joanna Garland. Garland melaju setelah mengalahkan wakil Swiss, Jil Teichmann, dengan skor 6-3 dan 6-4. Laga tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Janice dalam upayanya mempertahankan gelar di Chennai.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti pada laga pembuka, peluang Janice untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka. Kemenangan atas Hui setidaknya menunjukkan bahwa ia datang ke turnamen ini dengan kesiapan dan kepercayaan diri sebagai juara bertahan.
Di sisi lain, hasil ini menegaskan status Janice sebagai salah satu favorit juara pada edisi tahun ini. Sebagai unggulan pertama dan juara bertahan, ia tentu memikul ekspektasi besar, tetapi penampilan pada laga pembuka menunjukkan ia mampu mengelola tekanan tersebut dengan baik.
Sumber: Kosadata dan BSI News.