SuaraPantura.com - Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan umat muslim pada hari Arafah atau hari ke sembilan bulan Dzulhijah.
Waktu puasa ini bertepatan dengan pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan oleh jamaah haji, oleh karena itulah dinamakan sebagai puasa Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi berhaji.
Nah bagi yang sedang melaksanakan hutang Ramadhan kemudian bertanya, Apakah Puasa Arafah Bisa Digabung Dengan Puasa Bayar Hutang Ramadhan?.
Berikut ini adalah penjelasan Apakah Puasa Arafah Bisa Digabung Dengan Puasa Bayar Hutang Ramadhan.
Dilansir dari NU Online, menurut Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa orang yang membayar puasa di hari yang disunnahkan berpuasa, tidak saja menggugurkan utang puasanya, tetapi juga mendapatkan keutamaan puasa sunnahnya.
“Qadha puasa Ramadhannya tetap sah. Sedangkan ia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah,” tulisnya dalam artikel berjudul Hukum Qadha Puasa Ramadhan Digabung dengan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah seperti dikutip dari NU Online.
Meskipun demikian, Alhafiz menyarankan agar mereka yang memiliki utang puasa Ramadhan sebaiknya mengqadha utang puasanya terlebih dahulu.
Setelah itu, mereka baru boleh mengamalkan puasa sunnah. Namun, jika utang puasa Ramadhan itu baru teringat jelang hari Arafah, sebaiknya ia membayar qadha puasanya di hari Arafah.
Sebagaimana diketahui, puasa di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini dianjurkan secara langsung oleh Nabi Muhammad saw melalui haditsnya. Bahkan, disebutkan Nabi bahwa puasa ini lebih baik daripada jihad fi sabilillah.
Rasulullah bersabda:
“Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah".
Para sahabat bertanya:
"Tidak juga dari jihad fi sabilillah?"
Beliau menjawab:
"Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”***