SuaraPantura.com - Walkisah dii usia senja, Nabi Zakaria as belum juga diberi anak oleh Allah swt. Istrinya tak kunjung hamil setelah bertahun-tahun menikah.
Nabi Zakariya diuji Allah SWT tidak memiliki anak sampai usianya lanjut. Namun, ujian ini tidak membuatnya kecewa atau murka kepada Allah.
Nabi Zakariya kemudian memohon seorang pewaris yang dapat menyenangkan Allah. Ia tidak berpikir dalam hal kekayaan. Nabi Zakariya menginginkan seorang putra untuk melanjutkan kenabian dan untuk menyebarkan pengetahuan yang ia miliki.
Karena itu, keduanya berdoa kepada Allah sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â'.
Artinya, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali ‘Imran: 38).
Siang dan malam Nabi Zakaria dan istrinya tak pernah berhenti berdoa dan semakin giat beribadah. Banyak Bani Israil yang mengejek ibadah Nabi Zakaria dan tak percaya doanya bakal dikabulkan Allah.
Hingga suatu hari malaikat datang memanggil Nabi Zakaria yang sedang salat di Mihrab.
"Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya," firman ALlah dalam surat Maryam ayat 7.
Mendengar kabar itu, Nabi Zakaria terkejut tak percaya.
"Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?" tanya Nabi Zakaria.
"Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali," firman Allah dalam surat Maryam ayat 7,
menjawab pertanyaan Zakaria.
***