Suarapantura.com - Profesor Quraish Shihab merupakan penulis tafsir Al Misbah.
Beliau memberikan tiga cara agar bisa bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.
Pertama, mengikuti keteladanan Rasul. Meneladani perilaku dan kehidupan sehari-sehari Rasulullah, kata Prof Quraish, bukan hanya melaksanakan ibadah sehari-hari tapi juga melaksanakan hal-hal kecil yang dilakukannya. Seperti adab masuk rumah dan keluar rumah, diselaraskan dengan perilaku Nabi.
“Juga amalan-amalan lain yang sifatnya sunnah. Saya kira, yang paling sulit adalah meneladani akhlaknya,” kata Prof Quraish.
Kedua, lanjut dia, memperbanyak baca shalawat kepada Nabi. Aktivitas bershalawat, kata dia, merupakan hal ringan yang bila dilakukan dengan rutin dapat memberikan ketenangan hati bagi pembacanya.
“Sering bershalawat dalam setiap waktu dan setiap hari dapat menghadirkan kelapangan hati. Itulah mengapa membaca shalawat Nabi dianjurkan setiap waktu, meskipun tidak berwudhu,” terang Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) itu.
Poin ketiga, lanjut Prof Quraish, yaitu berdakwah, menyampaikan pesan-pesan kebenaran Islam. Baik dalam perilaku maupun dalam nasihat kepada siapa pun.
“Ada banyak cara. Tapi, ketiga hal itulah yang bisa dilakukan,” jelas Mufasir kebanggaan Indonesia itu.
Baginya, dengan selalu meneladani kehidupan sehari-hari Rasulullah saw, membaca shalawat, niscaya hati akan selalu terpaut. “Nah, dengan begitulah kita dapat merasakah kehadiran Rasulullah di hati kita,” ungkap Habib keturunan Arab Quraisy-Bugis itu.
Prof Quraish juga tidak menampik bahwa setiap orang mempunyai potensi bertemu dengan Rasulullah saw melalui mimpinya. Sebab, Rasulullah benar-benar tidak bisa diserupai makhluk lain.
“Ya, mimpi yang pasti benar itu bila kita mimpi Rasulullah, yang bermimpi itu bisa bermacam-macam. Lho kok ini muda, ini kok tua. Mimpi Rasul tidak mungkin salah, mimpi Tuhan pasti salah,” tutur Penulis Buku Membaca Sirah Nabi Muhammad saw, dalam sorotan Al-Qur’an dan Hadits Shahih itu.
***