SuaraPantura.com - Kisah tentang mbah Nur dari daerah Walangsanga ini banyak menjadi perbincangan lantaran karomahnya.
Banyak kisah karomah ini beredar di masyarakat baik dari anak cucunya yang menyaksikan langsung, kerabat dan masyarakat sekitar.
Mulai dari kisah air banjir bandang yg membelah (menghindari) rumah beliau, perjalanan jauh (jalan kaki) yg melebihi kecepatan berkuda, hujan yang menghindari beliau saat perjalanan, dll.
Kisah keajaiban tersebut lebih cepat viral ketimbang nilai2 ilmu dan petuah2 luhurnya.
Tak jarang para peziarah yang datang lebih banyak yg mempunyai tujuan "ngalap berkah" daripada napak tilas ilmu dan perjuangan beliau sehingga menjadi berkah ilmu pengetahuan.
Beruntung, penulis mempunyai kesempatan untuk menggali sejarah dan napaktilas ilmu bersama orang yang mumpuni dalam olah pikir dan penggalian secara transenden.
Berikut salah satu petikan nasehat/wejangan ilmu yang mungkin belum pernah tersampaikan, penulis gali dari sumber yang mumpuni tersebut.
Berikut petikan petuah yang konon berasal dari Mbah Nur Walangsanga.
"Sejatining topo iku sak jeroning ati, resiki sampah dunyo. Sesuk, dunyo iso ko kendalike sak kersaning Gusti Allah..."
(sejatinya bertapa/i'tikaf itu pusatnya di dalam hati, bersihkan sampah dunia. Esok, dunia bisa kau kendalikan atas Ijin Allah SWT.)
Wallahu'alam Bisshowab