SuaraPantura.com - Ada 3 amalan manusia ketika hidup yang bisa membuatnya tetap memperoleh pahala bahkan ketika Ia sudah meninggal.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bersabda:
ุฅูุฐูุง ู
ูุงุชู ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุงููููุทูุนู ุนูู
ููููู ุฅููุง ู
ููู ุซููุงุซู : ุตูุฏูููุฉู ุฌูุงุฑูููุฉู ุ ุฃููู ุนูููู
ู ููููุชูููุนู ุจููู ุ ุฃููู ููููุฏู ุตูุงููุญู ููุฏูุนูู ูููู
“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.”
Hadits di atas menjelaskan bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia, maka semua amalnya telah putus.
Dalam arti ia tidak bisa lagi menambah perolehan pahalanya yang ia usahakan sendiri karena terhalang oleh kematiannya.
Oleh sebagian orang, hadits ini dipahami sebagai larangan untuk melakukan suatu amal untuk menambah pahala bagi seseorang yang telah meninggal dunia.
Padahal hadits ini sebenarnya tidak dimaksudkan seperti itu, tetapi lebih untuk memberi peringatan atau dorongan kepada kita semua yang masih hidup agar dapat memanfaatkan waktu hidup ini dengan sebaik mungkin untuk beribadah kepada Allah SWT karena hidup di dunia hanya sekali dan tak pernah terulang kembali.
Dengan melakukan amalan yang bermanfaat ketika hidup maka saat kematian menghampiri pahala kita terus mengalir.
***