Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Gaul ala Remaja Islam, Apa Saja Kriterianya?

Andri Susanto•
Rahmah

Oleh: Asyifa Suryani
Pegiat LPM Tanpa Titik IBN Tegal

SuaraPantura.com - Istilah gaul tak asing lagi terdengar di telinga kita. Terutama di kalangan remaja, atau biasa disebut ABG (Anak Baru Gede), pun demikian juga di kalangan remaja Islam.

Dalam mengikuti tren gaul ini, tak terkecuali remaja Islam juga kerap mengedepankan hal-hal apa saja yang membuatnya memasuki kategori gaul. Dari mulai hal kecil misalnya gaya berbusana, gaya bicara, atau gaya bermainnya. 

Namun sayangnya, fenomena gaul di era sekarang menjadi salah kaprah. Remaja Islam cenderung mengedepankan kategori gaul di masanya tanpa melihat kategori keislamannya.

Padahal, jika kita mampu untuk mengubahnya, hal tersebut akan sedikit dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Remaja gaul ala Islam
Mungkin dengan hal ini remaja dapat tetap eksis di masanya, namun juga tetap mengedepankan aqidah, akhlak, hukum, dan keislamannya. Mereka mampu menjadi remaja gaul yang sebenarnya.

Remaja gaul ala islam mengubah pola pikir, perbuatan, tingkah laku, kegiatan sehari-hari menjadi lebih baik lagi. Mempergunakan waktu dengan sangat baik, serta tidak melanggar hukum dan aturan yang datangnya dari Allah SWT.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Kriteria remaja gaul ala Islam dapat dilihat dari:

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Remaja Islam harus mempunyai aqidah yang bersih. Dengan aqidah yang bersih sesorang mempunyai ikatan yang kuat kepada Allah. Sesorang yang ikatannya kuat kepada Allah, maka ia menyerahkan segala perbuatanya kepada Allah.

Sebagaimana firmannya dalam Q. S Al an'am : 162

"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semua bagi Allah Tuhan semesta alam."

Sebagai remaja gaul ala Islam, kita seharusnya mampu untuk memulai membersihan aqidah kita. Memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah.

2. Sahihul ibadah (ibadah yang benar)
Sahihul ibadah merupakan suatu perintah dari Rasulullah. Dalam suatu hadist beliau bersabda "Salatlah kamu sebagaimana melihatku salat".

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Maka dapat disimpulkan bahwa apa yang kita lakukan itu harus merujuk pada sunah-sunahnya dengan berdasarkan hukum islam, yaitu Alquran dan hadist.

3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap yang harus dimiliki oleh umat muslim. Sikap tersebut harus dimiliki baik dalam hubungannya dengan Allah Ta'ala atau dengan sesama makhluk.

Dengan akhlak yang mulia, manusia akan mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.

4. Qowiyyul Jismi (Kesehatan jasmani)
Seorang muslim harus memiliki kesehatan jasmani yang maksimal untuk melaksanakan ibadahnya kepada Allah.

Dengan begitu, kita harus menjaga kesehatan jasmani agar senantiasa kita mampu melaksanakan ibadah dengan optimal. Terutama pada generasi remaja yang harus menjadi generasi penerus dan akan membela Islam pada masanya.

5. Mujahadatul binafsihi (berperang melawan hawa nafsu)
Hal ini harus dimiliki umat muslim. Manusia memiliki kecenderungan untuk melaksanakan baik dan buruk.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Kecenderungan itu menuntut adanya kesungguhan. Untuk memperoleh kesungguhan makan kita harus mampu untuk mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu terhadap sesama manusia, hawa nafsu terhadap dunia, atau hawa nafsu dalam hal lainnya.

6. Harisun ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Allah memberikan waktu dengan adil kepada semua hambanya. Satu hari, dua puluh empat jam. Namun, setiap waktu itu ada yang mempergunakannya dengan baik, ada juga yang sebaliknya.

Waktu itu fana, ada namun tak terwujud. Untuk itu, sebagai remaja gaul ala Islam kita harus mampu mempergunakan waktu sebaik mungkin.

7. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi sesama)
Sebagai hamba Allah kita ditakdirkan untuk hidup bersama. Satu sama lain saling membutuhkan. Tidak ada manusia yang mampu berdiri dan hidup sendiri.

Untuk itu, gaul ala remaja Islam ini harus memiliki tujuan untuk memberi manfaat kepada sesama. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat dalam hal kebaikan.

Dengan adanya hal tersebut, diharapkan remaja Islam di masa sekarang mampu mengedepankan eksistensinya dengan diimbangi dengan keislamannya.

Tentu saja hal tersebut bertujuan agar tonggak Islam ini masih ada, tidak terpuruk apalagi pudar oleh umatNya sendiri.***

Tags:
#gaul#islam
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…