Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Nyekar atau Ziarah Kubur, Tradisi Masyarakat yang Patut Dijaga dan Dilestarikan

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Tradisi nyekar atau ziarah kubur sangat umum dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

Tujuan utama nyekar atau ziarah kubur ini adalah untuk mendoakan orang tua, keluarga, dan tokoh-tokoh yang telah lebih dulu meninggal dunia.

Selain nyekar atau ziarah kubur ini untuk berdoa, biasanya orang juga membersihkan makam dan menaburkan bunga sebagai wujud kecintaan dan penghormatan pada yang sudah meninggal.

Tak terkecuali di Kota Tegal, pada hari tertentu terutama pada hari Kamis menjelang malam Jumat Kliwon, pemakaman akan terlihat ramai oleh warga yang melakukan nyekar.

Berbagai aktifitas seperti berdoa, membersihkan makam dan menaburkan bunga sangat mudah kita jumpai pada momen ini.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

"Biasa saya mas, nggak Jumat Kliwon aja, hampir tiap Kamis saya nyekar. Kadang pas ingat juga saya nyekar ke makam bapak saya," ujar seorang warga di Pemakaman Cleret Kota Tegal, Kamis 17 Februari 2022 sore.

Ia mengaku lebih khusyu bila mendoakan orang tuanya disamping makamnya.

"Tiap hari saya selalu mendoakan, cuma kalau berdoa disini lebih khusyu, seolah saya sedang disamping almarhum," tambahnya.

Perputaran Ekonomi

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Kegiatan nyekar atau ziarah kubur ini bila diperhatikan juga menjadi roda penggerak ekonomi.

Hal tersebut nampak dari banyaknya penjual bunga di sekitara komplek makam di berbagai sudut Kota Tegal.

Tak hanya transaksi jual beli bunga untuk kebutuhan nyekar, penjual jasa pembersih makam pun turut merasakan uang peziarah dari jasanya membersihkan makam.

Selain itu, nampak juga tukang parkir yang ikut sibuk mengatur posisi parkir kendaraan dan mengatur lalu lintas yang sedikit tersendat karena ramainya komplek pemakaman.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

"Ya ada lah mas, lumayan, sebulan sekali jadi tukang parkir dadakan," ujar salah satu tukang parkir yang tidak mau menyebutkan penghasilan dari uang parkir.

Terlepas dari pro kontra, nyekar atau ziarah kubur ini memang selain tradisi atau budaya peziarah, juga menjadi penggerak ekonomi.

Di sisi inilah fungsi nyekar atau ziarah kubur memang jadi sarana peziarah untuk berdoa juga menjadi rezeki bagi orang lain yang berkegiatan di sekitar pemakaman.

Penjual bunga, pembersih makam, dan tukang parkir adalah yang ikut serta merasakan rezeki dari tradisi nyekar atau ziarah kubur ini.***

Tags:
#kota tegal#ziarah kubur#nyekar#cleret
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…