Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

1 Ramadhan 2022 Jatuh Pada Hari dan Tanggal Berapa? ini Metode Hisab Ramadhan yang Perlu Kalian Tahu

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Jatuhnya 1 Ramadhan 2022 dan 1 Syawal 2022 ditentukan awal melalui Hisab Ramadhan untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan. Untuk menentukan 1 Syawal akan dilakukan melalui Hisab Syawal.

Hisab Ramadhan ini digunakan untuk menentukan awal puasa setiap tahun dalam Sidang Isbat.

Setelah Sidang Isbat berdasarkan Hisab Ramadhan, maka akan ditentukan hari dan tanggal umat Islam menjalankan ibadah puasa.

Ramadhan di tahun 2022 jatuh bulan April. Tak terasa, waktu cepat berlalu. Sebentar lagi, dengan hanya menghitung hari Ramadhan telah tiba di hadapan kita.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Kita patut mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, dan mengharapkan umur yang panjang serta keberkahan lainnya untuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

Adapun metode Hisab Ramadhan ini terdiri dari beberapa macam, yang mana akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Ru'yatul Hilal (Melihat Hilal dengan Mata)
Sebagaimana firman Allah :
Yang artinya : "Barangsiapa di antara kamu melihat bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu"

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Hadist Nabi SAW
yang artinya : "Berpuasalah karena jika melihat hilal, dan berlebaran lah jika melihatnya"

2. Jika Hilal Tidak Terlihat
Jika Hilal tidak nampak atau tidak terlihat oleh mata, maka bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari. Hal ini berdasarkan hadist Bukhari dari Abu Hurairoh, Nabi SAW bersabda yang artinya :
"(Jika hilal tidak tampak), genapkanlah bulan sya’ban menjadi 30 hari"

Dengan adanya metode tersebut, beberapa ulama juga memberikan fatwa mengenai Hisab Ramadhan. Di bawah ini akan dipaparkan fatwa mengenai hisab tersebut.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

1. Fatwa Lajnah Ad-Daimah, Saudi Arabia (10/104)
“Dalam mengetahui awal bulan hijriah, kita tidak dibebani dengan sesuatu yang hanya dimiliki oleh sebagian kecil manusia saja, yaitu ilmu astronomi atau hisab falaki. Oleh karena itu, dalil-dalil Al Qur’an dan sunnah menetapkan ru’yah hilal sebagai pertanda datangnya awal bulan puasa, juga dalam penentuan hari lebaran, dengan melihat hilal Syawal. Hal ini juga berlaku dalam penentuan Idul Adha dan hari Arafah".

Hal ini juga berdasar pada Q.S Al-Baqarah ayat 185 dan 189 yang menjelaskan terkait hisab.

2. Fatwa Lajnah Ad-Daimah yang lainnya (3127).
"Hisab falaki jika digunakan sebagai acuan dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan, yang demikian tidak teranggap. Yang dianggap adalah menggunakan ru’yah hilal, dan jika hilal tidak nampak pada malam ke 30, maka bulan sya’ban digenapkan menjadi 30 hari dihitung dari tanggal 1 Sya’ban. Demikian juga jika hilal syawal tidak terlihat, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari".

Itulah sedikit penjelasan mengenai Hisab Ramadhan tentang metode dan fatwa-fatwanya.

Tentu sebagai umat Islam kita semua senantiasa menantikan bulan Ramadhan dengan hati yang suci, dan berbahagia.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat-Nya dengan diizinkannya kita semua bertemu dengan bulan Ramadhan, dan semoga kita dijadikan hamba yang dapat menegakkan shalat malam dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala. Aamiin. Wallahu a'lam bishawab.(AS)***

Tags:
#ramadhan#sidang isbat#hisab ramadhan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…