Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tata Cara Membayar Fidyah Bagi yang Berhalangan Melaksanakan Puasa Ramadhan

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Fidyah diperuntukkan bagi seseorang yang berhalangan melaksanakan puasa Ramadhan dan benar-benar tidak mampu menqodho puasanya.

Fidyah ini biasanya berlaku pada orang yang sudah tua, dan sama sekali tidak bisa berpuasa atau seseorang yang sakit dan tidak kunjung sembuh.

Hukum fidyah sendiri Berdasarkan firman Allah ta'ala:
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah:184)

Ulama Malikiyah dan Syafi’iyah berpendapat bahwa kadar fidyah adalah 1 mud bagi setiap hari tidak berpuasa. Ini juga yang dipilih oleh Thowus, Sa’id bin Jubair, Ats Tsauri dan Al Auza’i.

Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa kadar fidyah yang wajib adalah dengan 1 sho’ kurma, atau 1 sho’ sya’ir (gandum) atau ½ sho’ hinthoh (biji gandum). Ini dikeluarkan masing-masing untuk satu hari puasa yang ditinggalkan dan nantinya diberi makan untuk orang miskin.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Namun kita bisa kembalikan pada urf/adat istiadat/kebiasaan masyarakat setempat. Misalnya kita memberi makan fakir miskin sampai ia merasa kenyang dan puas, maka kita telah sah untuk membayar fidyah.

Fidyah tidak boleh diganti dengan uang. Alangkah baiknya fidyah diganti dengan bentuk lain, yaitu dengan bentuk makanan. Sesuai dengan firman Allah ta'ala yang artinya :
"Membayar fidyah dengan memberi makan kepada fakir miskin"

Fidyah hanya boleh dengan menyerahkan makanan yang menjadi makanan pokok di daerah tersebut. Kadarnya adalah setengah sho’ dari makanan pokok yang ada yang dikeluarkan bagi setiap hari yang ditinggalkan.

Setengah sho’ kira-kira 1½ kg. Jadi, tetap harus menyerahkan berupa makanan sebagaimana ukuran yang kami sebut. Sehingga sama sekali tidak boleh dengan uang.

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Cara pembayaran fidyah
Pada intinya, pembayaran Fidyah tidak menggunakan uang. Namun dengan memberikan makanan kepada orang miskin. Dalam hal ini bisa dilakukan dengan dua cara:

1. Memasak atau membuat makanan, kemudian mengundang orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Anas bin Malik ketika beliau sudah menginjak usia senja (dan tidak sanggup berpuasa)

2. Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak. Alangkah lebih sempurna lagi jika juga diberikan sesuatu untuk dijadikan lauk.

Waktu pembayaran fidyah
Fidyah boleh dibayarkan pada hari itu juga ketika seseorang tidak mampu berpuasa. Namun bisa juga diakhirkan pada akhir ramadhan.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Yang tidak boleh dilakukan adalah membayar fidyah terlebih dahulu sebelum datangnya bulan ramadhan.

Misalnya: Ada orang yang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya, kemudian ketika bulan Sya’ban telah datang, dia sudah lebih dahulu membayar fidyah. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan.

Ia harus menunggu sampai bulan Ramadhan benar-benar telah masuk, barulah ia boleh membayarkan fidyah ketika hari itu juga atau bisa ditumpuk di akhir Ramadhan. Wallahu a'lam bishawab. (AS)***

Tags:
#puasa#ramadhan#islam#fidyah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…