Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Bingung Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih? Tak Jadi Masalah, ini yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Munculnya perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih kerap menjadi perbedaan, perbincangan hingga perdebatan.

Sebenarnya perbedaan jumlah rakaat Shalat Tarawih ini tidak perlu dijadikan bahan pembeda, apalagi dijadikan bahan untuk debat kusir sesama muslim.

Yang lebih penting dari perbedaan jumlah rakaat Shalat Tarawih ini adalah niat dan pelaksanaannya. Apa gunanya keyakinan sekian rakaat namun tidak kita kerjakan atau dikerjakan dengan niat yang tidak Lillahi Ta'ala.

Shalat Tarawih termasuk salat malam, tetapi shalat ini dikerjakan pada waktu bulan Ramadhan saja. Berbeda dengan shalat Tahajud dan shalat-shalat lainnya.

Menurut para ulama, Shalat Tahajud dikerjakan apabila seseorang bangun tidur di waktu malam, dan dikerjakan di malam apa saja. Akan tetapi, Shalat Tarawih tidak harus bangun tidur dan dilaksanakan di waktu khusus yaitu bulan Ramadhan.

Para ulama sepakat bahwa Shalat Tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah, hukum Shalat Tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat Tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Imam Asy Syafi’i, mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa lebih afdhol Shalat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah sebagaimana dilakukan oleh Umar bin Al Khattab dan para sahabat radhiyallahu 'anhum. Kaum muslimin pun terus menerus melakukan Shalat Tarawih secara berjamaah karena merupakan syi’ar Islam yang begitu nampak sehingga serupa dengan Shalat Ied.

Keutamaan Salat Tarawih
1. Akan mendapatkan ampunan dari dosa yang telah lalu.

"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah Shalat Tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. Shalat Tarawih akan menjadikan pahala besar dan ampunan dosa jika dilakukan dengan ikhlas, mengharap pahala dan keridhoan Allah taala. Bukan semata-mata karena riya dan alasan lainnya.

2. Shalat Tarawih bersama imam layaknya salat satu malam penuh

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Nabi SAW bersabda yang artinya :
"Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh"

Hal ini juga merupakan bentuk anjuran untuk melaksanakan Shalat Tarawih dengan berjamaah. Maka hal itu akan dinilai sebagai salat sepanjang malam.

3. Shalat Tarawih adalah salat yang paling utama

Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”.

Aisyah mengatakan:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at".

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah raka’at tertentu.Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah raka’at tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 20 raka’at. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau shalat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah raka’atnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa shalat tarawih adalah wajib.”

Jumlah rakaat shalat tarawih yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat. Inilah yang dipilih oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Juga terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata yang artinya :
“Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764).

Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 11 rakaat. Adapun dua rakaat lainnya adalah dua rakaat ringan yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pembuka melaksanakan shalat malam, sebagaimana pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

Itulah beberapa riwayat terkait jumlah rakaat Shalat Tarawih. Kalian biasa mengerjakan berapa rakaat?

Tidak ada masalah selama kalian yakin dan melaksanakannya dengan niat karena mengharap ridho Allah SWT.

Pada dasarnya, kebenaran dan kejelasan tidak mutlak adanya. Wallahualam Bissawab.*** (AS)

Tags:
#ramadhan#shalat tarawih#rakaat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…