Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ramadhan 2022 : I’tikaf, Pengertian dan Hikmah dibaliknya

Adi Purnomo Attsani•
Rahmah

SuaraPantura.com - Marhaban yaa syahru ramadhan, alhamdulillah kita semua Allah berikan nikmat dapat berjumpa dengan bulan ramadhan tahun ini.

Di bulan yang mulia ini terdapat begitu banyak amalan sunah yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan ibadah ramahan. Salah satunya adalah i'tikaf.

Rasulullah Saw beliau biasa beritikaf selama sepuluh hari selama bulan ramadhan. Pada tahun beliau wafat, beliau beritikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhori).

I’tikaf adalah sebuah ibadah yang terkumpul padanya berbagai jenis ibadah yang lainnya. Berupa tilawah al-Qur’an, shalat, dzikir, do’a dan lain-lain.

Orang yang belum pernah i’tikaf menggambarkannya sebagai ibadah yang berat dan sulit. Padahal i’tikaf sangatlah mudah bagi orang yang Allah beri kemudahan. Yaitu bagi orang yang mempersenjatai dirinya dengan niat ikhlas serta tekad yang sungguh-sungguh. Allah Swt pasti akan menolongnya.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

I’tikaf sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan sekaligus untuk meraih malam lailatul qadar.

I’tikaf adalah mengurung diri dan mengikatnya untuk berbuat taat dan selalu mengingat Allah Swt. Ia memutuskan hubungan dengan segala kesibukan-kesibukannya. Ia mengurung hatinya dan jasm,aninya untuk Allah Swt dan untuk mendekatkan diri kepadaNya. Tidak ada terbetik dalam hatinya sesuatu keinginan pula selain Allah Swt dan yang mendatangkan ridhaNya.

Pengertian

Secara etimologi, i’tikaf adalah menetapi sesuatu dan mengikat diri kepadanya. Secara terminologi syariat, yakni “menetapi masjid dan berdiam di dalamnya dengan niat mendekatkan diri pada Allah Swt.

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Hikmah

Ibnul Qayyim ra. Menjelaskan beberapa hikmah i’tikaf, ia berkata : “Kelurusan hati dalam perjalanannya menuju Allah Swt sangat bergantung kepada kuat tidaknya hati itu berkonsentrasi mengingat Allah Swt dan merapihkan kekusutan hati serta menghadapkannya secara total kepada Allah Swt”.

Sebab menurutnya, kekusutan hati hanya dapat dirapihkan dengan menghadapkan secara total kepada Allah. Perlu diketahui bahwasanya makan dan minum yang berlebihan, kepenatan jiwa dalam berinteraksi sosial, terlalu banyak bicara dan tidur akan menambah kekusutan hati, bahkan dapat mencerai beraikannya, dan menghambat menuju Allah Swt atau dapat melemahkan langkahnya.

Maka, sebagai konsekuensi rahmat Allah yang maha perkasa lagi maha pengasih terhadap hamba-hambaNya, Allah Swt mensyariatkan ibadah puasa bagi mereka untuk menghilangkan kebiasaan makan dan minum secara berlebihan serta membersihkan hati dari noda-noda syahwat yang menghalangi perjalanannya munuju Allah Swt.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Dan mensyariatkan i’tikaf yang inti tujuannya ialah membuat hati tertambat untuk senantiasa mengingat Allah Swt, menyendiri mengingatNya, menghentikan segala kesibukan yang berhubungan dengan makhluk dan memfokuskan diri bersama Allah Swt semata.

Sehingga kegundahan dan goresan-goresan hati apat di isi dan dipenuhi dengan dzikrullah. Mencintai dan menghamba kepadaNya. Aamien.
***

Kutipan : Buku Risalah Puasa Nabi, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajid

Tags:
#hikmah#itikaf#pengertian#ramadhan 2022
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…