Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kisah Umar Bin Khattab Mengirim Surat untuk Sungai Nil. Ternyata Begini isinya

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Dikisahkan sayyidina Umar bin Khattab pernah mengirim surat untuk Sungai Nil melalui Gubernur Amr bin Ash, yang kala itu dipercaya Sungai Nil tidak akan dialiri air.

Setelah Umar bin Khattab mengirim surat untuk Sungai Nil melalui Gubernur Amr bin Ash, mendadak Sungai Nil mnegalir dengan ketinggian air yang bertambah hingga 7 meter.

Kisah Umar bin Khattab mengirim surat untuk Sungai Nil melalui Amr bin Ash ini bermula dari kepercayaan masyarakat Mesir yang meyakini Sungai Nil tidak akan dialiri air bila tidak diberikan tumbal.

Penduduk Mesir kala itu mendatangi Gubernur Amr bin Ash dan menyampaikan bahwa masyarakat Mesir memiliki tradisi untuk menjaga aliran air Sungai Nil.

Mereka percaya jika tradisi tersebut tidak dijalankan maka Sungai Nil tidak akan dilairi air dan bisa mengering. Bila Sungai Nil mengering tentunya akan mengganggu kehidupan masyarakat Mesir.

Tradisi tersebut adalah melemparkan anak gadis ke Sungai Nil sebagai tumbal. Namun hal tersebut dapat dilakukan bila orang tua dari anak gadis tersebut ikhlas.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Tentu saja Gubernur Amr bin Ash kala itu menolak dan melarang tradisi tersebut untuk terus dilakukan. Alhasil tradisi tersebut tidak dijalankan karena masyarakat Mesir kala itu mengikuti perintah Amr bin Ash sebagai Gubernur.

Namun beberapa hari kemudian ternyata kondisi Sungai Nil mulai menyusut tinggi airnya bahkan nyaris tanpa aliran lagi.

Penduduk yang mulai resah dengan kondisi tersebut sudah mulai berfikir dan merencanakan pindah dari Mesir. Melihat situasi ini Amr bin  Ash kemudian mengirim surat kepada Umar bin Khattab dan menceritakan kondisi yang dialami warganya.

Umar bin Khattab kemudian membalas surat Amr Bin Ash dengan dua buah surat. Surat pertama untuk Amr bin Ash, sedangkan surat kedua untuk Sungai Nil.

Umar bin Khattab menulis untuk Amr bin Ash:

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

"Tindakanmu benar. Islam memang menghapus kebiasaan buruk sebelumnya. Sesungguhnya saya telah mengirim kepadamu dalam suratku nota kecil maka lemparlah nota kecil itu ke Sungai Nil"

Tentu saja Amr bin Ash penasaran dengan isi surat Umar bin Khattab untuk Sungai Nil. Karena Umar bin Khattab tidak menuliskan larangan membuka surat untuk Sungai Nil, ia memberanikan diri membacanya.

Ini isi surat Umar bin Khattab untuk Sungai Nil:

"Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba’du. Jika engkau mengalir karena kemauanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir karena diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir"

Mengikuti perintah Umar bin Khattab, Amr bin Ash kemudian melemparkan surat tersebut ke Sungai Nil yang kondisi airnya sudah mulai menyusut hingga nyaris kering.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Sungguh sebuah kuasa Allah SWT, keesokan harinya Sungai Nil mulai dialiri air, bahkan ketinggian lebih dari 7 meter.

Demikian kisah Umar bin Khattab mengirim surat untuk Sungai Nil melalui Amr bin Ash yang menjadi gubernur saat itu.

Tradisi menumbalkan seseorang untuk keperluan apapun tentu sangat tidak dibenarkan, apalagi oleh agama Islam.

Sejak kejadian tersebut dikisahkan Sungai Nil selalu mengalirkan air dan tidak pernah mengering hingga saat ini.***

Tags:
#surat#umar bin khattab#sungai nil#amr bin ash
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…