SuaraPantura.com - Sama seperti kebanyakan manusia, Nabi Muhammad SAW juga merasakan kesedihan saat kehilangan putranya yang bernama Ibrahim.
Ibrahim putra Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 29 Syawal 10 Hijriah, atau dalam tahun Masehi bertepatan dengan tanggal 27 Maret 632.
Kesedihan Nabi Muhammad SAW saat kehilangan Ibrahim yang wafat dalam usia dini tersebut tergambar dalam sebuah hadist:
ุฅููู ุงูุนููููู ุชูุฏูู
ูุนูุ ูุงูููููุจู ููุญูุฒูููุ ูููุง ููููููู ุฅูููุง ู
ุง ููุฑูุถูู ุฑูุจููููุงุ ูุฅูููุง ุจููุฑูุงูููู ูุง ุฅุจูุฑูุงูููู
ู ููู
ูุญูุฒููููููู.
Artinya, “Sungguh mata ini meneteskan air mata dan hati ini sedang dirundung duka. Namun, kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rabb kami. Sungguh, kami bersedih atas kepergianmu, wahai Ibrahim.” (HR Bukhari)
Dari hadist di atas, jelas tergambar kesedihan mendalam yang dirasakan oleh Nabi Muhammad atas kepergian putranya, Ibrahim.
Namun tergambar pula bahwa kesedihan itu tidak membawa Nabi Muhammad dalam pusaran kesedihan yang berlarut, Beliau ikhlas dan rela dengan ketentuan Allah SWT.
Gerhana Matahari
Diceritakan juga bersamaan wafatnya Ibrahim terjadi juga gerhana matahari. Hal ini membuat beberapa sahabat menganggap gerhana matahari tersebut ada hubungannya dengan meninggalnya Ibrahim.
Nabi kemudian mengatakan bahwa gerhana matahari tersebut murni fenomena alam sebagai tanda kekuasaan Allah SWT dan tidak berkaitan dengan meninggalnya Ibrahim.
Dalam satu hadis disebutkan:
ุฅูููู ุงูุดููู
ูุณู ููุงููููู
ูุฑู ุขููุชูุงูู ู
ููู ุขููุงุชู ุงููููููุ ูุงู ููููุฎูุณูููุงูู ููู
ูููุชู ุฃูุญูุฏู ูููุงู ููุญูููุงุชูููุ ููุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู
ู ุฐููููู ููุงุฏูุนููุง ุงูููููู ููููุจููุฑููุงุ ููุตูููููุง ููุชูุตูุฏูููููุง
Artinya, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).
Demikian kisah singkat saat Nabi Muhammad SAW kehilangan putra kecilnya yang bernama Ibrahim.
Ridwan Kamil yang saat ini tengah berduka atas meninggalnya Eril nampaknya meneladani sikap Nabi Muhammad saat Ibrahim wafat.
Meski berduka, Ridwan Kamil tetap menunjukkan ketegaran dan tidak ingin larut dalam kesedihan.***