Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kenapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Dikeraskan Atau Suaranya Dipelankan? Ternyata ini Sejarahnya

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Pernah terlintas kenapa sholat dzuhur dan ashar bacaannya pelan atau tidak dikeraskan seperti saat sholat berjamaah lainnya?.

Memang sholat dzuhur dan ashar bacaannya pelan atau tidak dikeraskan sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun tentu ada alasan kenapa sholat dzuhur dan ashar bacaannya pelan atau tidak dikeraskan.

Semua pasti ada sebab atau sejarahnya kenapa sholat dzuhur dan ashar saat sholat berjamaah tidak dikeraskan bacaannya sperti sholat yang lain.

Bagi kalian yang biasa melaksanakan sholat jamaah pasti cukup terbiasa dengan bacaan sholat dzuhur dan ashar ini.

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Adapaun alasan atau sejarah sholat dzuhur dan ashar bacaannya pelan saat dilaksanakan sholat berjamaah memiliki kisah tersendiri.

Dikisahkan Rasulullah SAW pernah menjadi imam saat sholat dzuhur dan ashar berjamaah bersama para sahabat dengan mengeraskan bacaan. Kemudian, kaum musyrikin Makkah mendengar bacaan salat Rasulullah sehingga mereka pun mencaci maki bacaan itu.

Tidak berhenti di situ, kaum musyrikin juga mencaci maki Zat yang menurunkannya beserta orang-orang yang menyampaikannya.

Akhirnya Allah SWT memerintahkan untuk tidak mengeraskan suara salat di siang hari (dzuhur dan ashar) agar tidak menjadi bahan caci maki kaum musyrikin.

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya:

"Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang indah) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (QS. Al-Isra: 110)

Dalam kitab I’anah At-Thalibi dijabarkan bahwa Imam Ali Syibramalisy berkata,

"Bahwa malam hari adalah waktu khalwat (menyepi) dan tepat untuk digunakan untuk berdiskusi, maka disyariatkan mengeraskan bacaan salat guna mencari kenikmatan munajat seorang hamba kepada Allah. Mengeraskan suara tersebut dikhususkan pada dua rakaat pertama karena semangatnya orang yang salat berada di dalam dua rakaat tersebut. Sementara waktu siang hari adalah waktu yang sibuk untuk berkumpul dengan orang lain, maka dianjurkan membaca dengan suara lirih karena memang waktu itu tidak nyaman digunakan munajat. Adapun sholat subuh disamakan dengan salat malam, karena waktunya bukan waktu yang sibuk."

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Demikian sejarah kenapa kenapa sholat dzuhur dan ashar bacaannya pelan atau tidak dikeraskan.

Adapaun kita sebagai kaum muslimin memang mencotoh sholat seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Seperti sabda Rasulullah SAW "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat".***

Tags:
#sejarah#sholat#suara#alasan#ashar#pelan#bacaan#dzuhur
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…