Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tentang Mengacungkan Jari Telunjuk Saat Duduk Tasyahud dalam Sholat? Ini Penjelasannya

Andri Susanto•
Rahmah

SuaraPantura.com - Gerakan mengacungkan jari telunjuk tangan kanan saat duduk tasyahud merupakan salah satu gerakan sholat.

Kapan sebenarnya harus mengacungkan jari telunjuk tangan kanan untuk berisyarat saat duduk tasyahud? Pertanyaan ini kerap menjadi pertanyaan yang paling sering diungkap.

Pandangan terkait kapan mengacungkan jari telunjuk dalam duduk tasyahud saat sholat ini ada beberapa pendapat.

Dalam hadist riwayat At-Tirmidzi, dari Ibnu Umar r.a, beliau berkata:

Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji
Baca Juga · Rahmah
Jabal Al-Rahmah dan Maknanya bagi Jemaah Haji

Artinya: “Ketika duduk di dalam salat, Nabi SAW meletakkan tangan kanannya di paha sebelah kanan, lalu beliau mengangkat jari di samping jari jempol (jari telunjuk tangan kanan) dan beliau berdoa dengannya. Sedangkan tangan kiri dibentangkan di paha kirinya.” (HR. Tirmidzi no. 294).

Imam Syafi'i berpendapat dengan tegas bahwa berisyarat dengan jari telunjuk hukumnya adalah sunah sebagaimana yang dinyatakan dalam berbagai hadis.

Sedangkan Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim (5:73-74) berkata, "Berisyarat dengan jari telunjuk dimulai dari ucapan “illallah” saat ucapan syahadat. Berisyarat dilakukan dengan jari tangan kanan, bukan yang lainnya. Jika jari itu terpotong atau sakit, maka tidak menggunakan jari lain untuk berisyarat, tidak dengan jari tangan kanan yang lain, tidak pula dengan jari tangan kiri. Disunahkan agar pandangan tidak terlewat dari isyarat jari tadi karena ada hadis sahih yang disebutkan dalam Sunan Abu Dawud yang menerangkan hal tersebut. Isyarat tersebut dengan mengarah kiblat. Isyarat tersebut untuk menunjukkan tauhid dan ikhlas."

Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri
Baca Juga · Rahmah
Masjid Agung Tegal Gelar Program Tahfidz Gratis untuk 500 Santri

Imam Nawawi menambahkan, "Dari semua ucapan dan sisi pandang tersebut bisa disimpulkan bahwa disunahkan berisyarat dengan jari telunjuk tangan kanan, lalu mengangkatnya saat sampai huruf hamzah dari ucapannya (laa ilaaha illalllahu).”

Berkaitan dengan ini, ulama dari mazhab Hanafi berpendapat bahwa isyarat jari tersebut ada saat penafian dalam kalimat tasyahud, yaitu pada kata “laa”. Tetapi ketika sampai pada kalimat penetapan (isbat) yaitu “Allah”, maka jari tersebut diletakkan kembali.

Ulama Malikiyah berpendapat bahwa berisyarat dari awal hingga akhir tasyahud. Sedangkan ulama Hambali berisyarat saat menyebut lafdzul jalalah “Allah”. (Lihat Shifat Salat Nabi karya Syaikh Abdul ‘Aziz Ath Thorifi, hal. 141).

Kembali ke hadis Ibnu Umar di atas, dapat diartikan bahwa mengangkat jari telunjuk tangan kanan dimulai ketika berdoa dalam tasyahud. Adapun berdoa saat duduk tasyahud dimulai dari dua kalimat syahadat karena di dalamnya terdapat pengakuan dan penetapan kemahaesaan Allah SWT.

Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera
Baca Juga · Rahmah
Baznas Brebes Salurkan Bantuan untuk 3.000 Keluarga Prasejahtera

Jika sudah mengisyaratkan dengan jari telunjuk tadi, lantas kapan selesainya gerakan tadi?

Imam Ramli Asy-Syafi’i berkata, "Jari telunjuk diangkat ketika ucapan “illallah”, yaitu mulai mengangkatnya ketika pengucapan hamzah untuk mengikuti riwayat Imam Muslim dalam masalah tersebut. Hal itu jelas menunjukkan bahwa jari telunjuk tetap diangkat sampai sesaat sebelum berdiri ke rakaat ketiga pada tasyahud awal atau sampai salam pada tasyahud akhir. Adapun yang dibahas sekolompok orang zaman sekarang tentang mengembalikannya, maka ini menyelisihi riwayat yang ada.” (Lihat Nihayatul Muhtaj, 1: 522).

Terkait kapan mengacungkan jari telunjuk saat sholat, para sahabat ada yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW menurunkannya pada bagian tertentu sesaat sebelum selesai salam.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa mengangkat jari telunjuk tersebut sampai selesai salam, terlebih lagi akhir tasyahud semuanya adalah doa.

Meski terdapat perbedaan pendapat, namun hal ini tidak perl diperdebatkan. Yakinlah dengan pendapat yang kita yakini. Wallahu a'lam.***

Tags:
#sholat#ibadah#mengacungkan jari telunjuk
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…