Tata Cara Mengerjakan Sholat Hajat Beserta Niat dan Doa Khusus Agar Keinginan Cepat Terkabul
Novia Fuji Astutiโข
Rahmah
SuaraPantura.com- Ada tata cara yang perlu diketahui umat muslim dalam mengerjakan sholat hajat.
Kali ini kami rangkumkan tata cara sholat hajat beserta niat dan doa sholat hajat khusus agar keinginan dapat segera terkabul.
Sholat hajat adalah sholat yang dilaksanakan oleh umat muslim saat mempunyai suatu keinginan ataupun hajat. Seseorang yang menunaikan sholat hajat memiliki harapan bahwa keinginannya ataupun hajatnya dapat segera dikabulkan oleh Allah SWT.
Dilansir dari NU Online, sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan minimal 2 rakaat dengan maksimal 12 rakaat.
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat hajat adalah setelah sholat subuh hingga matahari terbit dan setelah waktu ashar hingga matahari terbenam.
Bacaan niat sholat hajat berbeda dengan niat sholat lainnya.
Berikut ini tata cara sholat hajat yang bisa dilakukan:
1. Niat sholat hajat Niat sholat adalah lantunan yang diucapkan sebelum mengerjakan sholat.
Niat pada sholat hajat boleh diucapkan dalam hati boleh juga gumamkan melalui lisan. Yang terpenting adalah niat harus semata karena Allah dengan hati yang ikhlas dan juga mengharap ridha-Nya.
Artinya, Aku berniat shalat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala
2. Takbir dan membaca Doa Iftitah Setelah niat, kemudian takbiratul ikhram dan dilanjutkan dengan membaca doa Iftitah.
do’a iftitah adalah:
Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
3. Membaca surah Al Fatihah dan surah pendek Setelah membaca do’a iftitah dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.
Setelah surah Al Fatihah selesai dibaca kemudian membaca surah-surah pendek. Membaca surah pendek dapat dilakukan dengan membaca surat yang biasa dibaca saat melakukan sholat.
Namun, pada sholat hajat disunnahkan membaca surah Al Ikhlas pada rakaat pertama ataupun Surat Al Karifun sebanyak 3 kali.
7. Duduk di antara dua sujud dan membaca doa secara tuma’ninah
8. Sujud Kedua dan membaca doa secara tuma’ninah
9. Bangkit kembali melakukan Rakaat Kedua Dalam melakukan rakaat kedua dalam tata cara sholat hajat yang dilakukan sama dengan rakaat pertama. Namun pada rakaat kedua surah pendek yang dibaca diutamakan ialah Ayat Kursi.
10. Salam Setelah rakaat kedua selesai, maka akhiri dengan salam.
Bila hendak melanjutkan sholat hajat dengan menambah rakaat, bisa kembali berdiri setelah melakukan salam. Sholat hajat dilakukan dengan dua rakaat salam dua rakaat salam.
Setelah selesai melaksanakan sholat hajat, dianjurkan membaca doa-doa khusus.
Lebih baik lagi, bila melakukan sujud dengan maksud tadzallul setelah salam. Hal ini dimaksudkan merendahkan diri pada Allah Ta’ala.
Dan saat sujud ini dilakukan bisa membaca: Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim, sebanyak 10 kali.
Setelahnya dilanjutkan membaca: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad. sebanyak 10 kali juga.
Ditutup dengan bacaan doa untuk keselamatan dunia dan akhirat: Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.
Adapun tata cara berdoa selepas sholat hajat, antara lain:
1. Bertawassul dengan membaca surah Al Fatihah kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat, ulama, guru, orang tua dan semua umat muslim.
2. Membaca surah Al Falaq, An Naas serta Ayat Kursi di mana masing-masing dibaca sebanyak 3 kali.
Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”
4. Mengutarakan keinginan kepada Allah SWT yang menjadi hajat kita. ***