SuaraPantura.com- Sebuah kisah tentang istiqomahnya orang buta dan jahanamnya iblis laknatullah. Dahulu, ada seorang laki-laki yang sangat istiqomah dalam beribadah, ia senantiasa menengakkan sholat berjamaah di Masjid. Tak pernah sekalipun ia tinggalkan sholat berjamaah di Masjid.
Laki-laki tersebut bernama Abdullah bin Umar bin Syuraih. Abdullah adalah seorang tuna netra. Karena kebutaannya sejak lahir, pada jaman itu orang-orang memanggilnya dengan Abdullah bin Umi Maktum.
Abdullah bin Umar bin Syuraih merupakan golongan pertama pemeluk agama Islam. Oleh karena itu, Abdullah pun turut menanggung siksaan dan penganiayaan dari kaum Quraisy. Namun, kekuatan imannya serta kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya tak lantas membuatnya menyerah sekalipun siksaan kaum Quraisy amat sadis kepadanya.
Meski buta, Abdullah tetap rajin memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu tentang Islam. Bahkan ia tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di Masjid.
Hingga pada suatu waktu, tatkala ia hendak menuju Masjid untuk menunaikan sholat Subuh berjamaah, Abdullah yang buta berjalan tanpa penuntun, tersandung batu. Abdullah pun jatuh tersungkur dan kepalanya terkantuk batu.
Dengan kepala yang bercucuran darah, Abdullah tetap bangkit dan kembali berjalan melanjutkan perjalannya menuju Masjid.
Kemudian tiba-tiba ada suara seorang pemuda bertanya pada Abdullah.
“Hai, Paman, engkau hendak ke mana?” tiba-tiba seseorang menyapanya.
“Aku hendak ke masjid,” jawab Abdullah.
Pemuda itu pun bertanya kembali, dan menawari bantuan pada Abdullah.
“Maukah engkau aku antar, Paman? Aku akan menungguimu dan mengantarmu pulang nanti.” tanya pemuda.
Mendengar itu, Abdullah pun senang dan berterimakasih. “Terima kasih. Engkau baik sekali,” jawab Abdullah
Abdullah pun bersyukur karena Allah telah mengirimkan penolong untuknya. Pemuda baik hati itu pun menuntun Abdullah menuju Masjid. tidak hanya hari itu saja, pemuda baik hati setiap hari selalu datang untuk menuntun Abdullah menuju Masjid. lalu menunggu Abdullah dengan sabar hingga selesai shalat, kemudian menuntunnya kembali pulang ke rumah.
Abdullah sangat gembira karena ada seorang pemuda budiman yang bermurah hati menolongnya tanpa imbalan. Namun, Abdullah merasa janggal karena tak pernah sekalipun sang pemuda memberitahu nama maupun asal usulnya. Setiap kali Abdullah bertanya, ia selalu mengelak. Hingga pada suatu hari, Abdullah benar-benar ingin tahu siapakah laki-laki baik hati yang telah menolongnya.
“Siapakah namamu, wahai Fulan?” tanya Abdullah.
“Paman tidak perlu tahu namaku,” jawab si pemuda.
Abdullah pun berkata untuk tidak perlu membantunya lagi jika si pemuda tetap tidak memberitahu identitasnya.
“Jika begitu, jangan menolongku lagi. Aku tidak mau ditolong oleh orang yang tidak aku ketahui namanya,” kata Abdullah.
Mendengar jawaban Abdullah, orang itu tampak bingung. la ingin menuntun Abdullah setiap hari.
“Baiklah, aku katakan siapa aku. Sebenarnya aku adalah iblis,” sahut pemuda itu.
Abdullah pun kaget, dan bertanya alasan dibalik bantuan iblis selama ini kepadanya.
“Untuk apa engkau menolongku? Bukankah pekerjaanmu adalah menghalangi kebaikan?” tanya Abdullah.
kemudian iblis pun menjawab dengan sebuah pertanyaan.
“Masih ingatkah engkau saat pergi ke masjid lalu engkau tersandung batu dan berdarah?”
“Ya, aku masih ingat,” jawab Abdullah.
iblis menjelaskan bahwa ketika itu, ia mendengar malaikat mengatakan bahwa Abdullah telah menghapus separuh dosanya dengan terjatuh. Hingga iblis pun tidak rela jika Abdullah akan menghapuskan seluruh dosa yang ada pada dirinya jika terjatuh kembali.
“Aku mendengar malaikat mengatakan bahwa separuh dosamu telah diampuni karenanya. Aku tidak mau engkau terjatuh lagi hingga habislah dosamu diampuni semuanya.” jelas iblis.
Demikian lah kisah Abdullah bin Umar bin Syuraih, Orang buta yang dituntun iblis untuk selalu sholat berjamaah di Masjid.
Pada dasarnya, Iblis tidak ingin manusia mengerjakan kebaikan. Namun, Iblis lebih tidak ingin manusia kehilangan dosa-dosanya. ***