SuaraPantura.com- Memotong kuku merupakan salah satu perbuatan untuk merawat dan menjaga kebersihan diri. Dalam Islam menjaga kebersihan adalah hal yang sangat dianjurkan, maka dari itu perkara memotong kuku disebutkan tergolong dalam kategori 'fitrah'. Apabila seorang muslim tidak memotong kukunya maka dianggap telah mengabaikan 'fitrah'.
Perkara memotong kuku sudah dikatakan oleh baginda Nabi, dalam hadist yang berasal dari Anas bin Malik RA:
ูููููุชู ููููุง ููู ููุตูู ุงูุดููุงุฑูุจู ููุชููููููู
ู ุงููุฃูุธูููุงุฑู ููููุชููู ุงููุฅูุจูุทู ููุญููููู ุงููุนูุงููุฉู ุฃููู ููุง ููุชูุฑููู ุฃูููุซูุฑู ู
ููู ุฃูุฑูุจูุนูููู ููููููุฉู
Artinya: "Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari empat puluh hari." (HR Muslim).
Hadist tersebut menjelaskan bahwa umat muslim diberi waktu paling lama adalah 40 hari untuk membersihkan diri, salah satunya dengan memotong kuku.
Dengan demikian, sebagai umat Islam yang baik, kita harus senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian diri. Salah satunya dengan cara memotong kuku secara berkala atau rutin, baik kuku tangan maupun kuku kaki.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan umat yang taat dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW. ***