Cara Sholat Jenazah Mayat Laki-laki. Panduan Lengkap Dari Bacaan Niat, Doa, dan Tata Cara Beserta Syaratnya
Ulul Abshar•
Rahmah
SuaraPantura.com - Kita sebagai Umat Muslim, kita perlu memahami tata cara sholat jenazah.
Menyolatkan orang yang meninggal hukumnya fardhu kifayah dan dianjurkan bagi setiap Umat Muslim.
Berikut ini kami sertakan bacaan doa, niat, dan tata cara sholat jenazah dengan benar.
Syarat, Niat, Doa, dan Tata Cara sholat Jenazah
Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, ibadah ini wajib dilaksanakan. Namun, jika orang yang meninggal sudah disholatkan, maka kewajiban umat Muslim lainnya pun gugur.
Keutamaan sholat jenazah yang dijelaskan dalam sebuah hadist:
“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyalatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth. Ada yang bertanya, Apa yang dimaksud dua qiroth? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lantas menjawab, dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim
Syarat Sah sholat jenazah
Sama dengan sholat lain, saat melaksanakan sholat jenazah umat Muslim harus menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap qiblat.
Mayat Sudah Dimandikan dan Dikafani
Letak mayat sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau sholat dilakukan di atas kubuh atau sholat ghaib.
Kita perlu membaca atau melafalkan niat dalam hati yang kemudian diikuti dengan takbiratul ikhram. Adapun bacaan niat untuk sholat jenazah laki-laki dan perempuan berbeda.
Bacaan niat untuk menyalatkan jenazah laki-laki secara sendirian:
Artinya: “Aku niat salat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah Ta’ala.
Niat sholat jenazah berjamaah, baik jenazah laki-laki maupun perempuan sebagai makmum:
“Ushalli ‘alâ man shalla ‘alaihil imâmu ma’mûman fardlan lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: “Aku niat salat atas jenazah yang disalati imam fardhu karena Allah Ta’ala”
Tata cara pelaksanaan sholat jenazah
Sholat jenazah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat wajib biasanya. Hanya saja, sholat jenazah tidak menggunakan gerakan rukuk, sujud, serta duduk di antara dua sujud dalam pelaksanaannya. Gerakan yang dilakukan hanya berupa takbiratul ihram.
2. Berdiri Salat jenazah wajib dilakukan secara berdiri. Namun, jika seseorang tidak mampu berdiri karena kondisi tertentu seperti sakit atau lansia, maka bisa dilakukan sambil duduk seperti ketentuan sholat wajib biasanya.
3. Takbir Empat Kali Dalam sholat jenazah, takbir yang dilakukan adalah berjumlah empat kali termasuk takbiratul ihram. Saat takbir, disunahkan untuk mengangkat kedua tangan sejajar dengan dua pundak. Setiap takbirnya akan diselingi beberapa bacaan doa.
4. Membaca Surat Al-Fatihah Nah, setelah takbir pertama atau takbiratul ihram, maka rukun selanjutnya adalah membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca ta’awwudz menurut qaul ashah.
Tidak disunahkan membaca doa Iftitah karena dianggap terlalu panjang dalam sholat jenazah.
5. Membaca Shalawat Setelah takbir kedua, bacaan selanjutnya adalah shalawat. Berikut bacaan shalawat yang bisa dilafalkan agar sholat jenazah sah:
“Allahumma shalli’ala sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
6. Mendoakan Jenazah Setelah takbir ketiga, barulah kita membaca doa untuk jenazah. Sama seperti niat, bacaan doa untuk jenazah perempuan dan laki-laki juga berbeda.
Bacaan Doa untuk Jenazah Laki-laki: Minimal bacaan doa yang sah:
“Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu”
Bacaan doa lengkap: “Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr.”
Artinya: “Ya Allah… ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskan kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
7. Doa Selanjutnya Setelah takbir keempat. Kemudian, disunahkan membaca doa berikut:
“Allahuma la tahriman ajrahu wa la taftina ba’dahu wagfir lana wa lahu”
Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”
8. Membaca Salam Dilafalkan pada takbir keempat setelah membaca doa sebelumya. Bacaan salam sama seperti salat wajib dan menggerakan wajah ke kanan pada salam pertama, kemudian menoleh ke kiri pada salah kedua.
Demikian tata cara sholat jenazah, semoga artikel ini menambah keilmuan dan bermanfaat bagi para pembacanya.
Untuk membaca berita Suara Pantura lainnya silahkan klik BACA BERITA.***