SuaraPantura.com - Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah salah seorang ulama yang sangat kharismatik dan berpengaruh dari Kalimantan Selatan. Beliau sering dipanggil Abah Guru Sekumpul.
Abah Guru Sekumpul adalah julukan untuk Almarhum Kyai Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.
Sebenarnya padanan sebutan Kyai di daerah banjar kalimantan selatan adalah Tuan Guru, dan sebutan Kyai lebih populer di tanah jawa.
Beliau Kyai Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani mendapat julukan sekumpul semenjak beliau pindah mengajar dari wilayah Kelurahan Keraton, Martapura, ke daerah Sungai Kacang, beliau mempopulerkan sebutan untuk daerah ini sebagai “Sekumpul”.
Semenjak kecil ia sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama.
Menurut riwayat, Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.
Salah satu pesan Guru Sekumpul adalah tentang karamah, yaitu agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan.
Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugerah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau kemahiran. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan.
Karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istikamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tetapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tetapi bakarmi (orang yang keluar sesuatu dari duburnya). Pada setiap 5 Rajab, kota Martapura, Kalimantan Selatan dikunjungi jutaan orang untuk memperingati Haul Guru Sekumpul.
Guru Sekumpul juga sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh masyarakat Islam, yaitu:
1. Menghormati ulama dan orang tua
2. Baik sangka terhadap muslimin
3. Murah harta
4. Manis muka
5. Jangan menyakiti orang lain
6. Mengampunkan kesalahan orang lain
7. Jangan bermusuh-musuhan
8. Jangan tamak atau serakah
9. Berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat
10. Yakin keselamatan itu pada kebenaran.
Abah Guru Sekumpul juga produktif dalam menulis, Karya tulisnya adalah sebagai berikut:
1. Risalah Mubaraqah.
2. Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani.
3. Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah.
4. Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil a’zham Muhammad bin Ali Ba’alawy.
Demikian profil Abah Guru sekumpul, ulama kharismatik Kalimantan yang produktif menulis.
***