SuaraPantura.com - Saat Zaman Walisongo, ada 7 golongan manusia jika dikategorikan berdasarkan ketergantungannya terhadap materi.
Masyarakat pada waktu itu menempatkan golongan manusia tertinggi adalah mereka yang tidak bergantung terhadap materi.
Jadi Makin kuat keterikatan dengan materi duniawi, posisi seseorang paling rendah. Sementara orang yang tak memiliki keterikatan dengan duniawi, posisinya paling atas.
Nah adapun 7 golongan masyarakat pada zaman Walisongo berdasarkan ketergantungannya terhadap materi adalah sebagai berikut :
1. Golongan Brahmana, adalah Mereka yang hanya tinggal di hutan, pertapaan, tidak punya harta pribadi, namun kaya ilmu pengetahuan dan pelajaran. Biasanya dia adalah seorang guru, resi, pertapa. Mereka menempati posisi paling tinggi di masyarakat.
2. Golongan Ksatria,Golongan orang yang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi tapi kehidupannya dijamin oleh institusi negara atau kerajaan. Golongan ini adalah abdi negara.
3. Golongan Waisya, yakni golongan petani atau peternak. Mereka bertugas menumbuhkan tanaman makanan untuk manusia lainnya. Golongan ini diperbolehkan punya rumah, sawah dan ternak.
4. Golongan Sudra, dilansir dari NU Online, Menurut kitab Salokantara dan Nawanadya, yang dimaksud kaum Sudra itu ada beberapa kalangan: (1) saudagar. Orang yang memiliki kekayaan lebih. Pikirannya selalu tentang keuntungan. Lalu (2), rentenir (orang yang membungakan uang). Kemudian (3), orang yang meminjamkan perhiasan, pakaian, termasuk juga tuan tanah dan pemilik aneka kekayaan lainnya. Jadi makin besar kekayaan seseorang, makin rendah kedudukannya.
5. Golongan Candala. Yakni orang yang hidup dari membunuh makhluk lain. Jagal, pemburu, itu masuk di sini. Bahkan, aparat negara yang bergelar Singanegara dan Singamenggala, yaitu algojo yang membunuh pelanggar aturan pun masuk golongan ini.
6. Keenam ada golongan Mleca. Yaitu semua orang asing yang bukan pribumi dan saudagar. Namun suka menyerap sumberdaya alam daerah-daerah lain.
7. golongan Tuja. Mereka yang hidupnya selalu merugikan masyarakat. Siapa mereka? Disebutkan riil, mereka adalah para penipu, pencuri (maling), perampok, begal, dan sejenisnya.
Demikian 7 Golongan Masyarakat di Zaman Walisongo
***