Suarapantura.com - Rumah sakit di Kota Tegal, Jawa Tengah, dalam beberapa pekan terakhir dipadati pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan, terutama anak-anak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal menduga lonjakan ini berkaitan dengan penularan virus Influenza A, meski penyebab pastinya belum terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh.
Kepala Dinkes Kota Tegal, Zainal Abidin, mengatakan peningkatan pasien sudah terpantau sejak sebulan sebelumnya dan terus bertambah. Ia menyampaikan hal tersebut berdasarkan koordinasi awal dengan para direktur rumah sakit di wilayahnya. Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit terus meningkat.
Dampak yang paling terasa adalah antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan. Pasien umumnya datang dengan gejala menyerupai flu biasa, tetapi disertai batuk berkepanjangan yang berlangsung lebih dari satu pekan. Laporan terbaru pada Kamis (15/10/2026) menyebutkan antrean di IGD masih terjadi seiring meningkatnya kasus influenza di Kota Tegal. Zainal menyebut perubahan cuaca ekstrem pada masa pancaroba menuju musim hujan menjadi salah satu pemicu cepatnya penularan.
Kepadatan layanan sebenarnya sudah terlihat sejak akhir September. Pada Jumat (25/9/2026), Dinkes menyebutkan IGD di sejumlah rumah sakit sempat overload, termasuk di RSUD Kardinah dan RSU Islam Harapan Anda. Ketika itu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) RSUD Kardinah mencapai 80 persen, lebih tinggi dari kondisi biasanya yang berada di bawah 70 persen. Laporan rumah sakit saat itu menyatakan belum terjadi kejadian luar biasa (KLB).
Dinkes sejauh ini belum merinci jumlah pasti pasien terkonfirmasi Influenza A. Data medis tersebut berada di bawah kewenangan teknis masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan begitu, penyebab lonjakan ini masih berstatus dugaan dan masyarakat diminta tidak menyimpulkan secara berlebihan.
Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan mencatat aktivitas influenza meningkat pada pekan ke-38 tahun 2026 dengan positivity rate mencapai 56 persen dari spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel. Kemenkes menilai kenaikan tersebut masih mengikuti pola musiman menjelang akhir tahun dan berada dalam kategori sedang. Anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut sebagian besar infeksi influenza A merupakan penyakit yang dapat pulih dengan sendirinya dan meminta masyarakat menyikapinya secara proporsional tanpa panik.
Untuk menekan beban rumah sakit, Dinkes Kota Tegal menginstruksikan seluruh puskesmas memperkuat upaya promotif dan deteksi dini. Pemerintah menerapkan sistem rujukan berjenjang, yakni pasien bergejala ringan hingga sedang dirawat di puskesmas, sedangkan kasus berat yang memerlukan penanganan darurat dirujuk ke rumah sakit.
Warga diimbau memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama bila gejala flu berlangsung tiga hari hingga satu minggu. Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan nutrisi, serta beristirahat cukup. Keluarga perlu segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat bila muncul tanda bahaya, yakni sesak napas atau napas memburu, penurunan kesadaran atau anak tampak sangat lemas, serta anak kesulitan makan maupun minum. Dinkes berharap gelombang infeksi segera mereda agar keterisian tempat tidur rumah sakit kembali normal.
Sumber: MercuSwaraNews, RRI, Kementerian Kesehatan RI.