Suarapantura.com - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal dimeriahkan dengan cara yang tidak biasa. Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) Cabang Tegal Raya yang meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Brebes serta Tegal, menggelar roadshow pelatihan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya lebah madu bagi para santri.
Puluhan santri perwakilan dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal berkumpul di Kampung Kalinyamat, Kota Tegal, untuk mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi dan kesehatan berbasis alam tersebut. Kegiatan ini digagas untuk mendorong kemandirian ekonomi santri melalui keterampilan wirausaha budidaya lebah madu.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang puncak peringatannya di tingkat Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung di Kota Tegal pada 22 Oktober 2026 dengan agenda sarasehan santri, Jateng Bersholawat, dan upacara peringatan.
Dalam pelatihan itu, peserta tidak sekadar menerima teori dasar. Mereka juga dikenalkan pada ekosistem lebah, teknik budidaya, cara memanen madu, hingga strategi pemasaran produk. Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta adalah teknik menjinakkan lebah madu.
Terapis dari Asosiasi Perlebahan Tegal Raya, Tejo Asmoro, menjelaskan peserta dilatih menjinakkan lebah madu menggunakan sumpit atau tangan kosong tanpa merusak koloni maupun lebah ratu, sekaligus terhindar dari sengatan.
Selain pelatihan wirausaha, panitia juga menggelar bakti sosial berupa layanan terapi sengatan lebah atau apitherapy secara gratis. Menurut Tejo, terapi tradisional yang memanfaatkan sengatan lebah itu diberikan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan penyakit yang diderita santri maupun warga sekitar.
"Melalui kemandirian ekonomi santri, dengan keterampilan wirausaha budidaya lebah madu, kaum santri diharapkan siap menjadi pilar penggerak ekonomi hijau di masa depan," jelas Tejo, Selasa (20/10/2026).
Pelatihan pemberdayaan ekonomi hijau ini diharapkan mampu melahirkan banyak peternak lebah modern dari kalangan pondok pesantren pada masa mendatang, sekaligus menjadikan pesantren sebagai salah satu pilar kemandirian ekonomi daerah.
Sumber: Media Indonesia, Zonapasar, Harian Muria.