Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Lomba Egrang dan Gobak Sodor di Slawi Diikuti 139 Tim

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: mercuswara.com

Suarapantura.com - Suasana Lapangan Pemerintah Kabupaten Tegal di Slawi tampak meriah pada Rabu (21/10/2026). Sebanyak 139 tim pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Estafet Egrang dan Gobak Sodor Tingkat Pelajar se-Kabupaten Tegal Tahun 2026.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal, dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2026.

Dari 139 tim yang ambil bagian, sebanyak 93 tim mengikuti lomba estafet egrang dan 46 tim berlomba gobak sodor. Lomba ini bertujuan melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional egrang serta gobak sodor, menanamkan nilai gotong royong dan sportivitas, sekaligus memberi ruang ekspresi dan kompetisi yang positif bagi pelajar. Ajang ini juga diharapkan dapat menjaring duta kebudayaan pelajar untuk mengikuti kegiatan di tingkat yang lebih tinggi.

Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi
Baca Juga · Seputar Bregas
Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi

Menurut Bupati, egrang dan gobak sodor tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang penting bagi pembentukan karakter. Melalui egrang, anak belajar menjaga keseimbangan, melatih keberanian, dan membangun kepercayaan diri. Sementara itu, gobak sodor mengajarkan kerja sama, strategi, kedisiplinan, serta penghargaan terhadap peran setiap anggota tim.

Ia menilai pelestarian permainan tradisional semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak kian akrab dengan gawai. Anak-anak, kata dia, perlu diberi ruang untuk aktif bergerak, berinteraksi langsung, dan mengenal kekayaan budaya daerahnya, sebab kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan nilai budaya.

RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door
Baca Juga · Seputar Bregas
RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door

"Kita tentu tidak ingin generasi muda hanya mengenal budaya dari layar, tetapi juga mampu merasakan, memainkan, dan meneruskan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu kita," ungkap Ischak.

Bupati berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan. Sekolah, guru, orang tua, komunitas budaya, dan masyarakat diharapkan turut berperan mengenalkan permainan tradisional kepada anak sejak dini.

Baca Juga · Seputar Bregas
Satlantas Brebes Jenguk Korban Kecelakaan di RSUD, Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, Ischak menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kebudayaan Daerah dan seluruh panitia yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini merupakan langkah positif untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Bupati berpesan agar bertanding dengan semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menjunjung sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan.

"Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, serta kemampuan untuk menghargai teman dan lawan," pesannya.

Sumber: mercuswara.com, RRI.co.id

Tags:
#tegal#slawi#permainan tradisional#egrang#gobak sodor#pelajar
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…