Suarapantura.com - Kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal digegerkan dengan kehadiran tamu tak diundang. Seekor monyet ekor panjang berkeliaran bebas di area perkantoran hingga memasuki Gedung DPRD Kabupaten Tegal, membuat para pegawai dan anggota dewan waswas.
Satwa lincah yang diduga liar tersebut terpantau berpindah-pindah di sejumlah titik vital. Mulai dari kawasan Gedung DPRD Kabupaten Tegal hingga area utama Kantor Bupati Tegal. Bahkan, pada Rabu (21/10/2026) pagi, monyet itu kembali terlihat di sekitar Gedung C, tepatnya di area belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal.
Petugas menduga monyet tersebut merupakan satwa liar murni karena tidak ditemukan bekas rantai atau tanda pengikat pada tubuhnya.
Berbagai cara sudah dicoba petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satpol PP Kabupaten Tegal untuk mengamankan satwa itu. Namun kelincahannya membuat proses penangkapan berulang kali menemui jalan buntu. Setiap petugas mencoba mendekat, monyet tersebut langsung memanjat atap gedung dan menghilang di rimbunnya pepohonan kawasan perkantoran.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi mengonfirmasi sulitnya upaya penangkapan di lokasi kejadian.
"Kami sudah lima kali berupaya mengevakuasi, tetapi belum berhasil. Monyetnya naik ke genteng dan pepohonan sehingga sulit ditangkap," ungkap Nawawi, Rabu.
Sejumlah pegawai mengaku resah dengan keberadaan satwa tersebut. Salah seorang pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Tegal, Adi, menuturkan monyet biasanya turun dari pepohonan untuk mencari makan. "Sudah dari Satpol PP dan BPBD untuk menangkap monyet itu. Tapi, monyetnya sangat lincah jadi sulit ditangkap," ujarnya.
Menurut keterangan pegawai, monyet itu sempat masuk ke ruang gedung melalui atap. Kendati tidak mengambil barang-barang di dalam gedung, kehadirannya cukup menyita perhatian dan memecah konsentrasi kerja para pegawai.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tegal Agung Yudhi Kurniawan mengaku beberapa kali melihat langsung monyet tersebut berkeliaran di lingkungan dewan. Ia berharap pihak berwenang dapat menemukan metode penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai perabotan kantor yang rusak maupun korban luka akibat satwa tersebut. Petugas Damkar masih berupaya mencari cara yang aman untuk mengevakuasi monyet ekor panjang itu kembali ke habitatnya.
Sumber: radartegal.com, puskapik.com