Suarapantura.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 14 kali sepanjang tahun 2026 hingga Oktober. Program pasar murah tersebut menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Brebes mengendalikan inflasi pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Komara, mengatakan belasan kegiatan GPM itu dilaksanakan secara berkala di berbagai titik untuk mendekatkan akses pangan murah kepada warga. Menurut dia, program tersebut tidak hanya menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau," ujar Hendri di sela kegiatan GPM di halaman kantor DPKP Brebes, Rabu (21/10/2026).
Dari keseluruhan pelaksanaan GPM sepanjang tahun ini, DPKP Brebes telah menyalurkan sejumlah komoditas pangan, antara lain beras sebanyak 42 ton, ayam dan telur sebanyak 2.000 paket atau setara 4 ton, gula pasir 2 ton, minyak goreng 3.000 liter, bawang merah 1,5 ton, serta bawang putih 1 ton.
Pada gelaran terbaru yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46 itu, DPKP menyediakan beras sebanyak 1,3 ton dari Gapoktan dan Perum Bulog. Selain itu, disiapkan 200 paket ayam dan telur, gula pasir 150 kilogram, serta bawang merah sebanyak 100 kilogram yang seluruhnya dijual di bawah harga pasaran.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan program tersebut. Leni, warga Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, misalnya, membeli satu ekor ayam potong dan satu kilogram telur dengan harga Rp50.000. Menurut dia, paket serupa di pasar biasa bisa mencapai sekitar Rp65.000, sehingga ia menghemat sekitar Rp15.000.
"Alhamdulillah, sangat membantu karena harganya lebih murah," kata Leni.
Hendri menambahkan, kegiatan GPM penting terutama ketika terjadi perubahan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran. Dengan menghadirkan komoditas pangan secara langsung kepada masyarakat, pemerintah berharap tekanan harga dapat ditekan sekaligus menjaga daya beli warga.
"Melalui Gerakan Pangan Murah, kami berupaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi yang bersumber dari komoditas pangan," jelasnya.
Sumber: Beritafakta.id, detikupdate.com