Suarapantura.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyetujui pemberian izin fasilitas kawasan berikat kepada PT Shyang Huang Tah, perusahaan produsen sepatu olahraga yang beroperasi di Kabupaten Brebes. Penyerahan izin dilakukan secara simbolis pada Senin (19/10).
Persetujuan tersebut menjadi bentuk dukungan Bea Cukai terhadap masuknya investasi, penguatan daya saing industri, sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah.
PT Shyang Huang Tah memproduksi sepatu olahraga untuk sejumlah merek internasional, antara lain Adidas, New Balance, Asics, dan Salomon. Produk yang dihasilkan perusahaan ini ditujukan untuk pasar ekspor di berbagai negara, seperti Prancis, Jepang, Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Turki, Chili, dan Korea Selatan.
Pada 2026, nilai investasi perusahaan ini disebut mencapai Rp458,5 miliar. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp1,52 triliun pada 2030 seiring rencana pengembangan usaha dan penambahan kapasitas produksi.
Ekspansi perusahaan juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Pada 2026, PT Shyang Huang Tah menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja lokal. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga 10.000 orang pada 2030.
Kawasan berikat merupakan fasilitas yang diberikan Bea Cukai kepada perusahaan berorientasi ekspor agar memperoleh kemudahan fiskal dan nonfiskal sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam beberapa tahun terakhir, Brebes menjadi salah satu daerah tujuan investasi industri padat karya di Jawa Tengah, dengan sejumlah pabrik alas kaki dan garmen beroperasi di wilayah tersebut.
"Peningkatan penyerapan tenaga kerja tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Brebes dan sekitarnya," kata Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Agus Yulianto dalam keterangannya, Kamis (22/10).
Agus menjelaskan, melalui fasilitas kawasan berikat, perusahaan memperoleh kemudahan kepabeanan berupa penangguhan bea masuk serta pembebasan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas bahan baku dan mesin yang digunakan untuk kegiatan produksi berorientasi ekspor.
"Kemudahan ini diharapkan dapat membantu menjaga arus kas perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional," ujarnya.
Sumber: JPNN.com, Republika Online