Suarapantura.com - Sekitar 1.400 peserta dari 28 kontingen mengikuti Pawai Obor Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal. Rombongan diberangkatkan dari Pendopo Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada Sabtu (24/10/2026) malam.
Pemberangkatan ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, yang akrab disapa Mba Iin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pawai obor bukan sekadar perayaan, melainkan simbol hadirnya cahaya penerang budaya religius di Kota Tegal.
Menurutnya, cahaya obor itu diharapkan dapat menyingkirkan kemaksiatan dan kemudaratan. Pawai obor juga menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi serta melestarikan budaya lokal, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri sebagai motivasi untuk mengabdi kepada bangsa, negara, dan Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Hadir dalam pemberangkatan itu Plt Camat Tegal Selatan Edi Budi Wibowo dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tegal Selatan, para lurah di Kecamatan Tegal Selatan, jajaran pengurus NU, badan otonom NU, Banser, Ansor, serta para santri dan pelajar.
Setelah pawai obor selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tasyakuran Hari Santri. Acara diawali dengan tahlil yang dipimpin KH Khoerudin Abdurrahman dan doa oleh anggota Rois Syuriyah PCNU Kota Tegal. Suasana tasyakuran berlangsung hangat dan diikuti para peserta serta undangan yang hadir.
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Tegal kembali menekankan pentingnya pengakuan negara atas peran pilar pesantren dan santri. Ia mengajak peserta menjadikan momentum Hari Santri sebagai ajang refleksi diri serta penguat benteng moral bagi generasi muda di tengah arus digitalisasi dan maraknya tempat hiburan malam.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu menutup mata terhadap keberadaan tempat hiburan. Kegiatan keagamaan, menurutnya, perlu diperbanyak sebagai penyeimbang agar anak-anak memiliki benteng moral dan tidak salah arah. Sebagai Ketua Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah, ia juga berharap sinergi antara Pemerintah Kota Tegal dan PCNU terus terjalin erat untuk menyelesaikan persoalan sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran.
Suasana malam tasyakuran diwarnai pemotongan tumpeng oleh Mba Iin yang diserahkan kepada KH Khoerudin Abdurrahman. Kemeriahan berlanjut pada pengundian doorprize yang telah ditunggu peserta. Hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik akhirnya dimenangkan Dianto, salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Melalui pawai obor tersebut, peringatan Hari Santri di Kota Tegal tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga ruang untuk meneguhkan nilai keagamaan, persaudaraan, dan semangat pengabdian santri kepada masyarakat.
Sumber: TargetNews.ID, Warta Bahari.