Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Sepuluh Kecamatan di Brebes Masuk Zona Rawan Gerakan Tanah November 2026

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: SuaraPantura

Suarapantura.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menyebarluaskan Peta Prakiraan Gerakan Tanah untuk periode November 2026. Peta tersebut mencatat sepuluh kecamatan di Brebes berada pada kategori potensi menengah hingga menengah-tinggi, sehingga warga di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan.

Peta itu disusun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sembilan kecamatan masuk kategori menengah-tinggi, yakni Banjarharjo, Bantarkawung, Bumiayu, Ketanggungan, Larangan, Paguyangan, Salem, Sirampog, dan Tonjong. Satu kecamatan lainnya, Songgom, berada pada kategori menengah.

Khusus Banjarharjo, peta juga mencantumkan potensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan, yakni aliran campuran tanah, batuan, dan material lain yang terbawa air. Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan lereng perbukitan.

Viral Begal di Bojong Ternyata Rekayasa, Uang COD Kurir untuk Judol
Baca Juga · Seputar Bregas
Viral Begal di Bojong Ternyata Rekayasa, Uang COD Kurir untuk Judol

Badan Geologi menjelaskan, peta prakiraan bulanan ini disusun dengan menumpangsusunkan zona kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Badan Geologi Lana Saria menegaskan bahwa dokumen tersebut merupakan peta prakiraan potensi, bukan kepastian terjadinya bencana.

Dari sisi cuaca, BMKG memprakirakan musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada November 2026. Sejumlah wilayah, termasuk Brebes, diperkirakan memasuki awal musim hujan pada dasarian pertama November atau sepuluh hari pertama bulan tersebut. Musim hujan diprakirakan berlangsung tujuh hingga delapan bulan, dan masa peralihan musim dapat disertai cuaca ekstrem serta hujan lebat.

DWP Dinkesda Brebes Isi Pertemuan Rutin dengan Pelatihan Makeup
Baca Juga · Seputar Bregas
DWP Dinkesda Brebes Isi Pertemuan Rutin dengan Pelatihan Makeup

Kewaspadaan di wilayah selatan Brebes bukan tanpa alasan. Pada April 2025, bencana tanah bergerak melanda Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, dan merusak rumah warga yang permukimannya berada di lereng perbukitan. Warga terdampak kemudian disiapkan hunian sementara sambil menunggu relokasi.

PVMBG mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor mewaspadai curah hujan tinggi. Warga juga diminta mengenali tanda awal gerakan tanah, seperti munculnya retakan berbentuk tapal kuda di tanah, dan segera menutup retakan tersebut bila ditemukan. Tanah pelapukan di atas batuan kedap air pada perbukitan atau pegunungan dengan kemiringan terjal disebut berpotensi longsor saat hujan deras.

Jumat Keliling Polres Brebes Diapresiasi Warga, Polisi Hadir di Masjid dan Jalin Silaturahmi
Baca Juga · Seputar Bregas
Jumat Keliling Polres Brebes Diapresiasi Warga, Polisi Hadir di Masjid dan Jalin Silaturahmi

Masyarakat, perangkat desa, dan camat di wilayah yang masuk zona prakiraan diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas di atas normal. Peta prakiraan gerakan tanah dapat diakses publik melalui laman resmi PVMBG di vsi.esdm.go.id.

Sumber: MercuSwaraNews, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, BMKG.

Tags:
#brebes#gerakan tanah#bpbd brebes#pvmbg#musim hujan#longsor
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…