Suarapantura.com - Suta Wijaya FC dari Desa Kedungwungu memastikan gelar juara Puja Cup IX setelah menundukkan Omega dari Desa Gantungan melalui adu penalti pada partai final yang digelar di lapangan Desa Jatinegara, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Sabtu malam, 31 Oktober 2026.
Kedua tim bermain dengan tempo tinggi sejak awal pertandingan. Serangan silih berganti dilancarkan, tetapi tidak ada pemenang dalam waktu normal sehingga penentuan gelar harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada fase penentuan itu, Suta Wijaya tampil lebih tenang dan akhirnya keluar sebagai kampiun turnamen.
Final tersebut menyedot perhatian besar masyarakat. Ribuan penonton memadati area lapangan, bahkan antrean panjang terlihat di pintu masuk karena banyak warga yang ingin menyaksikan langsung pertandingan puncak. Penonton tidak hanya datang dari Kecamatan Jatinegara, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar, termasuk Pemalang, wilayah Tegal, dan Brebes.
Pengurus Puja Cup IX, Mamun Marnoto, menilai antusiasme itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap turnamen yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut. Menurut dia, Puja Cup bukan sekadar kompetisi, melainkan juga hiburan rakyat dan ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Kemeriahan final juga dirasakan di luar lapangan. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan makanan dan jajanan tradisional kepada penonton. Kehadiran pedagang itu membuat perputaran ekonomi di sekitar lokasi pertandingan ikut bergerak selama gelaran berlangsung.
Sebagai juara, Suta Wijaya berhak atas piala bergilir dan uang pembinaan sebesar Rp25 juta. Sementara itu, Omega sebagai runner-up memperoleh uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Hadiah tersebut menjadi apresiasi atas perjuangan kedua tim hingga partai puncak.
Turnamen ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Pemuda Jatinegara Bersatu (Puja) dan diikuti 32 tim dalam rangkaian pertandingan selama sekitar dua bulan. Dengan berakhirnya Puja Cup IX, Suta Wijaya mencatatkan namanya sebagai juara baru, sementara turnamen ini kembali menegaskan posisinya sebagai agenda olahraga dan hiburan masyarakat yang dinantikan di Jatinegara.
Kemenangan dramatis itu menjadi penutup yang pantas bagi rangkaian turnamen yang telah dinantikan warga selama dua tahun terakhir.
Sumber: Radar Tegal dan Warta Nasional.