Demo Paguyuban Pelaku Usaha Obyek Wisata Guci, Ini Jawaban Pj Bupati Tegal
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Ribuan massa dari Aliansi Paguyuban Pelaku Usaha Obyek Wisata Guci Kabupaten Tegal menggelar aksi demo di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Tegal, Senin 4 Maret 2024.
Mereka menuntut dibatalkan kenaikan tarif retribusi masuk obyek wisata Guci Kabupaten Tegal yang dinilai mahal. Sehingga mengurangi pengunjung dan berdampak pada penurunan omset para pelaku usaha di obyek wisata Guci.
Massa membawa poster-poster dengan disertai orasi dari beberapa orator menggunakan pengeras suara. Sempat terjadi kericuhan, massa melempari sayuran yang mereka bawa serta merobohkan salah satu pintu gerbang Pemkab Tegal.
Setelah sekitar satu jam melakukan orasi, 13 orang perwakilan massa diizinkan untuk masuk dan diterima oleh Pj. Bupati Tegal Agustyarsyah didampingi Sekretaris Daerah Amir Makhmud, untuk melakukan audiensi.
Usai audiensi, Bupati Tegal didampingi Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun menemui massa di halaman depan Kantor Pemkab Tegal. Dihadapan ribuan massa, Agustyarsyah mengatakan telah menerima aspirasi para pelaku usaha di obyek wisata Guci dan akan menunda kenaikan tarif retribusi masuk obyek wisata Guci.
"Tadi setelah kami berembug bersama dengan perwakilan, sesuai dengan harapan masyarakat, maka kami akan segera memproses penundaan kenaikan tiket di pintu masuk obyek wisata Guci. Jadi siang ini kita akan tunda itu," kata Agustyarsyah.
Namun, meskipun kemudian perda kenaikan tarif retribusi diterapkan, maka pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha.
"Mohon dijaga kondusifitas Guci, jaga fasilitas yang ada. Karena tahun ini kita akan menyusun draf untuk Guci sebagai pariwisata bertaraf nasional," ungkap Pj Bupati.
Ia menyebut, kedepan tidak ada lagi jalan yang sempit, tidak ada jalan berlubang, tidak ada lagi parkir yang tidak sesuai, tidak ada masyarakat Guci yang tidak menikmati seluruh sumber daya alam yang ada di Guci.
"Jadi kalau kita sudah sepakat menjaga bersama, tahun ini akan ada perbaikan jalan di sana, dalam waktu bulan depan. Kita akan memperhatikan pasar, kita akan memperhatikan tempat sampah di sana," ucap Agustyarsyah, yang disambut sepakat oleh massa pendemo.
Sementara, Koordinator aksi demo, Beni menyampaikan bahwa pihaknya bisa diterima dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.
"Walaupun ada kekecewaan, karena dari DPRD Kabupaten Tegal tidak ada yang bisa kami temui," ujar Beni.
Namun Beni merasa bersyukur, karena salah satu tuntutan masyarakat Guci akan dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.
"Yang terpenting adalah salah satu tuntutan kami bisa dipenuhi, dan kami telah menyampaikan segala keresahan yang terkait dengan problem," terangnya.
"Semoga ini menjadi langkah awal yang baik manakala mau membuat segala kebijakan, ada keterlibatan masyarakat langsung," sambungnya.
Usai ada kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tegal dan para pelaku usaha obyek wisata Guci, massa aksi demo membubarkan diri dengan tertib.***