SuaraPantura.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, menggelar Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2024, yang diselenggarakan di Taman Rakyat Slawi (Trasa), Rabu-Kamis, 9-10 September 2024.
Pekan Kebudayaan Daerah berlangsung selama 2 hari dan diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya yang dibuka oleh Asisten I Setda Kabupaten Tegal, Suspriyanti mewakili Pj. Bupati Tegal, pada Rabu pagi 9 September 2024.
Kegiatan ini kerja sama dengan Dewan Kesenian Kabupaten Tegal dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Ada lomba Wayang Gagrak Tegal dengan peserta pelajar SMP di Kabupaten Tegal, juga beberapa UMKM dilibatkan, termasuk desa bangga budaya.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Pembayun Sulistyorini menyampaikan, pertama kali kegiatan diadakan yaitu pada tahun 2023 lalu.
"Pekan Kebudayaan Daerah ini adalah tahun kedua, setelah pada 2023 di Kampung Seni Lebaksiu . Untuk tahun ini di laksanakan di Trasa, sebagai program Bapak Pj. Bupati untuk meramaikan wisata," ungkap Rini, panggilan akrab Kabid Kebudayaan.
Selain itu, lanjut Rini ada beberapa stand yang diisi oleh program 5 desa bangga budaya, yakni Desa Bumijawa, Balapulang Wetan, Balamoa, Pagongan, dan Kepunduhan.
"Ada juga stand manuskrip diisi kitab rambang, pameran keris, kemudian ada museum sekolah, serta beberapa stand makanan tradisional, diantaranya yang sudah ditetapkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual Komunal yakni kupat bongkok dan glotak," jelas Rini.
Kemudian disebutkan Rini, kegiatan lain dalam Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal yaitu pementasan Wayang Gagrak Tegal, tampilan tari sampyong, dialog kebudayaan, serta band J Plus yang akan membawakan lagu-lagu legenda Koes Plus.
"Dengan kegiatan seperti ini sebenarnya juga ikut menghidupkan UMKM di Kabupaten Tegal, karena yang berjualan disini juga laris," terangnya.
Terkait dengan lomba Wayang Gagrak Tegal tingkat pelajar SMP, Rini berharap hal itu bisa memberikan pelajaran nilai-nilai luhur yang ada pada cerita kearifan lokal di Kabupaten Tegal, sehingga bisa tersampaikan kepada generasi muda.
"Karena dalam sebuah cerita pewayangan pasti ada nilai-nilai pembentukan karakter yang luar biasa. Ini juga upaya kita dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya," ungkapnya.***