SuaraPantura.com - Demonstrasi Rakyat Tegal yang mengatasnamakan Gerakan Tegal Bersatu pada hari Rabu, 23 Maret 2022 sempat diwarnai kericuhan.
Aksi ricuh dalam Demonstrasi tersebut ternyata bukan antara massa aksi dengan aparat keamanan yang menjaga jalannya demo, melainkan justru oleh oknum preman kekuasaan yang sengaja disiagakan di lokasi tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Fauzan Jamal, salah satu aktivis yang terlibat pada aksi demontrasi menentang kebijakan Walikota Tegal tersebut.
Menurutnya, massa aksi terlibat ricuh bukan dengan aparat keamanan namun dengan para oknum yang diduga merupakan preman kekuasaan yang sengaja disiagaakan di lokasi aksi.
" Massa aksi tidak terlibat bentrok dengan aparat, namun dengan sekelompok oknum yang kami duga adalah preman penjaga kekuasaan" ungkap Fauzan saat dihubungi pada Sabtu, 26 Maret 2022.
Fauzan menambahkan bahwa tidak sekali saja aksi massa di Kota Tegal ini dibenturkan dengan Preman-preman kekuasaan.
"Bukan kali ini saja aksi massa yang menentang kebijakan dibenturkan dengan preman-preman kekuasaan, tapi sudah sering. Para aktivis Kota Tegal sudah hapal betul pola ini." Jelas Fauzan.
Fenomena pengkondisian preman melawan aksi Rakyat ini menurut Fauzan Jamal justru menegaskan ada sesuatu yang tidak beres dan sengaja ditutupi dengan berbagai cara.
"Hadirnya oknum premanisme dalam menghalau aksi massa ini malah menguatkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan sedang ditutup-tutupi dengan berbagai cara" tegas Fauzan.
Fauzan juga menyampaikan bahwa tidak pernah sekalipun massa aksi itu takut dengan upaya-upaya premanisme maupun profokasi.
Pihaknya bahkan akan kembali menggelar aksi pada hari Senin 28 Maret 2022 mendatang.
"Kami tidak takut, kami akan menggelar aksi kembali pada Senin mendatang" ungkapnya.
***