Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Miris! Tiga Warga Brebes Tidur di Teras Rumahnya yang Ambruk. Sekdes: Sudah Diverifikasi, Diperbaiki Agustus

Dedy Agustyan•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Tiga Warga Brebes di Desa Kubangpari Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes terpaksa tidur di teras rumah peninggalan orang tuanya yang sebagian ambruk.

Rumah warga Brebes yang ambruk tersebut dihuni oleh Bahtiar (40) bersama adiknya Akhmad Amin Lutfi (34) dan Dian Awid Saputri (41) yang merupakan isteri Akhamd Amin.

"Sekitar 3 bulan lalu bagian belakang rumah ini ambruk karena lapuk dan kami tidak punya biaya untuk memperbaiki. Kemudian di hari Minggu 12 Juni kemarin ambruk lagi yang bagian samping tengahnya. Karena takut ambruk seluruhnya, kami terpaksa tidur di sini (teras-red)," kata Akhmad Amin Lutfi ditemui Suara Pantura di rumahnya, Rabu 15 Juni 2022.

Akhmad Amin mengungkapkan, kondisi rumah yang dihuninya tersebut sudah sangat lapuk. Sejumlah tiang penyangga sudah keropos dimakan usia. Tembok dan kerangka rumahnya pun sangat rapuh.

Terlihat sebagian batu bata yang ditumbuhi lumut akibat temboknya yang mengelupas.

Setiap kali turun hujan banyak atap yang bocor hingga membuat bagian dalam rumah selalu kebanjiran.

Kondisi Terkini

Tiga  Warga Brebes Tidur di Teras Rumahnya yang Ambruk
Tiga Warga Brebes Tidur di Teras Rumahnya yang Ambruk — Suara Pantura/Dedy Agustyan

Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi
Baca Juga · Seputar Bregas
Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi

Saat ditemui, Ahmad Amin bersama sejumlah orang yang merupakan tetangganya tengah menutup atap rumah itu menggunakan plastik terpal. Sedangkan, tembok dan atap rumah yang ambruk itu dibiarkan karena tak ada biaya untuk memperbaiki.

"Selama ini, kami tidur di teras depan. Tadi malam kami juga tidur di sini (teras rumah), kakak saya tidurnya di kursi, duduk dikursi kecil ini. Kalau hujan ya di luar, karena takut teras ini juga ambruk," ungkapnya.

Puing-puing rumah tua yang ambruk disingkirkan, dan material keropos yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan tengah mereka kumpulkan.

Sebagai supir mobil angkut di toko mebel, ia tak memiliki cukup uang memperbaiki rumah warisan orangtuanya.

"Kami terpaksa tidur di luar dengan alas tikar. Kami tidak berani tidur di dalam karena takut ambruk lagi. Jadi sudah empat hari ini kami tidur di teras," ungkap dia.

Kronologi Ambruk

 Tiga  Warga Brebes Tidur di Teras Rumahnya yang Ambruk
Tiga Warga Brebes Tidur di Teras Rumahnya yang Ambruk — Suara Pantura/Dedy Agustyan

RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door
Baca Juga · Seputar Bregas
RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door

Akhmad Amin mengungkap kronologi ambruknya bangunan rumah warisan orangtuanya.

Pada Sabtu malam 11 Juni lalu, terjadi hujan lebat. Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 pagi, saat isterinya hendak memasak tiba-tiba mendengar adanya kayu atap akan roboh. Ia pun keluar untuk menyelamatkan diri.

"Malamnya kan hujan, terus paginya isteri mau masak. Tapi, Istri mendengar suara seperti ada kayu patah. Akhirnya, istri saya lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Rumah ini ambruk lagi. Sejak itu, kami memutuskan untuk tidur di teras ini," tutur dia.

Akhmad Amin mengaku, keluarganya sudah mengajukan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada pemerintah desa sejak setahun lalu.

Namun hingga kini ia belum tercatat sebagai penerima bantuan RTLH, sampai akhirnya rumah yang dihuninya ambruk dan tak bisa ditinggali. Ia pun berharap ada pihak yang bisa membantunya.

"Sudah diajukan setahun lalu tapi belum terdaftar sebagai penerima bantuan sampai akhirnya rumah ambruk," ungkap dia.

Tanggapan Pemerintah Desa

Baca Juga · Seputar Bregas
Satlantas Brebes Jenguk Korban Kecelakaan di RSUD, Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Sekretaris Desa Kubangpari, Suntoro, di rumah warga  Brebes yang ambruk
Sekretaris Desa Kubangpari, Suntoro, di rumah warga Brebes yang ambruk — Suara Pantura/Dedy Agustyan

Sekretaris Desa Kubangpari, Suntoro mengaku, pasca rumah Akhmad Amin Lutfi ambruk,
pihaknya sudah melakukan pengecekan.

Menurutnya, dari 15 unit RTLH yang ada didesanya, ada 3 yang rusak parah termasuk rumah yang ambruk ini.

"Kemarin dari Dinsos Brebes sudah ngasih bantuan. Kemudian, hari ini dari Dinperwaskim juga sudah ke sini untuk melakukan validasi dan verifikasi. Katanya baru bisa diperbaiki bulan Agustus nanti," kata Suntoro.

Suntoro melanjutkan, selama tahun anggaran 2022 ini, desanya tidak termasuk sebagai penerima atau menjadi sasaran program RTLH dari pemerintah kabupaten hingga pusat.

Untuk tahun 2021, pihaknya hanya mengalokasikan program RTLH untuk dua unit rumah yang bersumber dari Dana Desa.

Dia menyebut, RTLH tahun 2021 akan direalisasikan tahun ini dengan anggaran masing masing mendapatkan Rp12 juta dan tidak termasuk rumah yang ambruk tersebut.

"Yang perlu segera diperbaiki ada tiga rumah dan sudah diajukan RTLH. Yang rusak parah 15 rumah. Tapi RTLH Dana Desa realisasi tahun ini hanya dua unit rumah karena komposisi anggaran Dana Desa sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya.***

Tags:
#rumah#brebes#ambruk#kubangpari#kersana
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…