SuaraPantura.com - Tak bisa dipungkiri, malu atau pun tidak. Faktor desakan kesulitan ekonomi, merupakan salah satu indikator maraknya Keberadaan warung remang-remang, penjual minuman keras dan jasa esek-esek pangkalan.
Jadi walaupun acapkali di razia oleh aparat terkait, mereka tetep saja membandel. Karena hanya tutup sebentar setelah itu, beraktifitas kembali.
Ambil contoh saja, warung remang-remang di beberapa titik jalur Jalingkos Slawi, perempatan Curug hingga jembatan Dukuhsalam. Dari dulu sering di razia, tapi tetep saja buka.
Fonomena semacam itu, patut cermati secara mendalam. Agar ada solusi terbaik dan berkesimbungan, dari para pemangku kebijakan dan kepentingan.
Pasalnya, aturan larangan melalui Perda Nomor 7 th 2011 tentang ketertiban umum pun, sama sekali tidak mempan apalagi jera. Dan ditambah lagi, beberapa tempat-tempat prostitusi besar diwilayah kabupaten Tegal pun sudah ditutup paksa.
Artinya demi urusan perut apapun dilakukan, apalagi tabrak aturan. Urusan dosa saja dilanggar. Yang penting anak dirumah bisa makan dan jajan.
" Peduli setan aturan mas, yang penting, aku tidak nyupang, tidak nyopet, tidak mencuri. Aku hanya nyari duit lewat bernyanyi demi beli asi, kalau pun saya melayani tamu diranjang, ya itu pekerjaan saya. Jangan diusili " . Jelas Mawar (26) salah seorang PSK jalanan yang luput dari Razia.
Mawar menjelaskan, pemerintah hanya bisa razia tanpa memberi solusi ekonomi. Di tangkapi, dikumpulkan terus ditaruh di panti dinas sosial.
Setelah pulang pun tak dikasih modal untuk hidup kedepan. Sehingga kalau banyak yang masih mangkal lagi, menurut Mawar itu sangat wajar. Karena itu yang dirinya bisa, istilahnya tinggal ngakang dapat uang, tak perlu ijazah, tak perlu modal jutaan.
" Saya dan pemilik warung remang-remang, hanya nyari nafkah. Memang dengan jalan yang salah. Tapi mau bagaimana lagi. Toh, para tamu yang datang kesini tidak pernah kurang. Walaupun tahu salah kok. Intinya enak kok, kerja kaya gini, Tinggal nemeni tamu, dapat duit. Kalau pun mau ngakang biar dapat besar ya tak apa-apa. Masalah dosa atau apalah, Itu urusan saya dengan Tuhan". Jelasnya.
Percuma lanjut Mawar, kalau terus di razia. Karena Pasti, suara jedag jedug dentuman musik akan selalu berbunyi karena demi sesuap nasi.
" Dan hanya Lewat cara ini, saya mendapatkan rezeki. Apalagi konsumennya tak pernah sepi. Walaupun kelas ecek-ecek, dompetnya tidak becek." Tambahnya.
***