SuaraPantura.com - Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi dirasakan langsung oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Tak terkecuali juga para penjual oleh-oleh khas Tegal yang berada di Kabupaten Tegal.
Mereka mengeluhkan penjualan oleh-oleh Khas Tegal yang menurun drastis pasca kenaikan harga BBM.
Hal ini disampaikan oleh, Gita, pemilik salah satu toko Oleh-oleh Khas Tegal yang berjualan di dekat pintu TOL Desa Kalimati Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
Ia mengeluhkan penjualannya yang turun pasca kenaikan harga BBM. Gita pun membandingkan, sebelumnya Ia mampu menjual belasan set poci khas Tegal dalam sehari namun kini pasca kenaikan harga BBM dirinya hanya bisa menjual dibawah lima set dalam sehari.
" Turun mas, sebelumnya bisa belasan set poci khas Tegal sehari, habis bensin(BBM) naik, penjualan sekarang paling ngga lebih dari lima set sehari, bahkan sehari bisa jual aja sudah bersyukur mas," terang Gita.
Lokasi toko Gita sendiri berada di dekat pintu Tol adiwerna, namun merasakan langsung dampak kenaikan BBM ini bagi penjualannya.
"Ya meski deket TOL tetep kerasa banget penurunannya mas,"
Gita dan para pedagang lain kini hanya berharap pemerintah bisa memperhatikan mereka.
"Ya paling tidak biar diperhatikan, bantu beli lah gitu," harap Gita.
***