SuaraPantura.com - Naiknya angka kemiskinan di Kota Tegal mendapatkan perhatian khusus dari salah satu seniman Kota Tegal, Lutfi AN.
Hal ini Ia sampaikan dalam diskusi ringan bersama tim redaksi dan sekelompok masyarakat Kota Tegal pada Senin malam, 4 Oktober 2022 di plataran Gedung DPRD Kota Tegal.
Lutfi AN menilai bahwa kemiskinan di Kota Tegal masuk dalam kategori kemiskinan struktural, yakni kemiskinan yang lahir sebagai dampak dari kebijakan struktural pemerintah.
"Kemiskinan di Kota Tegal ini sebagian besar masuk ke dalam kategori kemiskinan struktural, yakni kemiskinan yang dilahirkan dari dampak kebijakan" ungkap Lutfi.
Menurut Lutfi AN, Naiknya tingkat kemiskinan di Kota Tegal ini lantaran Pemerintah Kota Tegal pelit mengalokasikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan dan lebih senang dialokasikan untuk infrastruktur.
"Jelas naik, Pemkot Tegal ini pelit mengalokasikan anggaran untuk masyarakat miskin, apalagi kalo kita buka data, kemiskinan naik tapi anggaran pengentasan kemiskinan ini malah diturunkan, dari sini jelas terlihat bahwa Pemkot Tegal telah Dzalim terhadap Rakyat," Tegas Lutfi.
Lutfi menyebutkan, Kota Tegal harus menerima kenyataan pahit, jika dalam 3 tahun terakhir jumlah warga semakin miskin.
Ia kemudian menyandingkan data dari BPS Provinsi Jawa Tengah, Prosentase penduduk miskin di Kita Tegal pada tahun 2019 sebesar 7,47%, sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 7,80% sementara di tahun 2021 kembali meningkat menjadi 8,12%.
Dari catatan BPS juga terlihat Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 tercatat 465.047, tahun 2020 502.031 dan tahun 2021 523.413
Masih menurut catatan BPS Provinsi Jawa Tengah, Jumlah penduduk miskin di Kota Tegal juga pengalami peningkatan.
Tahun 2019 Jumlah penduduk Miskin Kota Tegal sebanyak 18,60 ribu jiwa, meningkat di tahun 2020 menjadi 19,55 ribu jiwa dan terus meningkat hingga di tahun 2021 menjadi sebesar 20,27 ribu jiwa.
Sementara program peningkatan sosial untuk masyarakat di Kota Tegal masih sangat minim sekali.
Pemkot Tegal lebih banyak melakukan pembangunan infrastruktur yang jauh dari fokus program peningkatan kemiskinan.
" Misalkan saja Sepanjang tahun 2021 Pemerintah Kota Tegal atau Pemkot Tegal telah menghabiskan anggaran sebesar Rp63.315.473.452,70,- untuk melaksanakan 70 paket lelang pekerjaan." Terang Lutfi.
Lutfi menambahkan, 70 pekerjaan tersebut melibatkan 14 Satuan Kerja dengan 58 badan usaha pemenang tender, tercatat beberapa badan usaha memenangkan lebih dari 1 tender.
" Sementara untuk program pengentasan kemiskinan sendiri jika kita lihat dari pos belanja bantuan sosial Pemerintah Kota Tegal masih pelit mengalokasikan anggaran sosial untuk Rakyat, terlihat dari postur Realisasi APBD Kota Tegal 3 tahun berjalan," ungkap Lutfi.
Lutfi menyebutkan saat angka kemiskinan naik, anggaran pengentasan kemiakinan malah diturunkan. Hal itu terlihat dari realisasi pos anggaran belanja bantuan sosial yang terus dikurangi.
Lutfi kemudian memaparkan, anggaran pengentasan kemiskinan pada realisasi pos belanja bantuan sosial tahun 2019 dialokasikan Rp 3,58 M, di tahun 2020 kemudian berkurang menjadi Rp 1,88 M, kemudian berkurang lagi di tahun 2021 yakni hanya Rp 1,29 M.
"Dari data kita bisa membaca bahwa Pemerintah Kota Tegal tengah melakukan kebijakan yang tak humanis yakni pelit dalam mengalokasikan bantuan sosial kepada Rakyat di tengah kemiskinan yang meningkat, sekali lagi, ini adalah Kedzaliman," terang Lutfi.
***