SuaraPantura.com - Terkait ramainya dugaan penjarahan batuan Kali Gung Tegal oleh oknum pengusaha yang menurunkan alat berat ke Daerah Aliran Sungai (DAS), Kelompok peduli lingkungan Blakasuta memberikan kecaman keras.
Salah satu aktivis Blakasuta, Hendri Yetus Siswono menilai bahwa penjarahan material di DAS Kali Gung Tegal merupakan kegiatan merusak lingkungan.
" Bahwa penambangan pasir di DAS secara masif dan dengan alat berat jelas bentuk pencurian yang tidak bisa dibiarkan dan dibenarkan. Yang dirusak lingkungan seputar kali, yang diuntungkan jelas korporat," ungkap Hendri Yetus Siswono, salah satu pelopor kelompok Blakasuta.
Ia juga mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum.
Pasalnya, pencurian tambang alam di DAS Kaligung Tegal dilakukan di siang hari namun selalu lolos dari penindakan.
" Maling secara terang-terangan di bawah matahari terang benderang, kenapa dibiarkan ada apa? Usut tuntas siapa saja yang terlibat, kenapa semua bungkam seolah itu perbuatan yang dibenarkan? Ada apa, mana suara pecinta lingkungan, mana suara seniman, aktifis. Kenapa Pemda diam Saja?," Ungkapnya.
Sebelumnya, kasus penjarahan lingkungan di Daerah Aliran Sungai Kali Gung Tegal ini sempat menghebohkan publik bahkan mendapat sorotan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Hal ini disampaikan Ganjar melalui pesan pribadi saat dirinya diberikan masukan informasi dan pengaduan terkait penjarahan batuan Kali Gung yang dilakukan oleh oknum pengusaha dan Korporasi nakal.
Ganjar Pranowo pun memberikan tanggapan yang cukup tegas dengan ikut mendorong persoalan itu ke jalur hukum.
"Bawa ke polda & tembuskan ke kapolri," Ungkap Ganjar beberapa waktu lalu.
AB (33) salah satu warga Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal ikit menyoroti pengrusakan lingkungan tersebut.
Menurutnya, memang aktivitas pertambangan di Daerah Aliran Sungai beberapa pekan yang lalu sempat berhenti karena adanya petisi salah satu kelompok aktivis peduli lingkungan bernama Blakasuta. Namun sekarang aktivitas tambang di DAS Kaligung kembali marak.
" Iya sempat berhenti beberapa waktu yang lalu karena sempat ramai ada petisi. Tapi ini kembali marak oknum pengusaha yang menurunkan alat berat di Daerah Aliran Sungai," ungkap AB kepada Suara Pantura pada Kamis, 16 Februari 2023.
AB juga menunjukan foto dan video yang baru diambil melalui ponselnya.
Tampak beberapa alat berat dengan leluasa mengeruk material baik pasir maupun batu di Daerah Aliran Sungai Kali Gung Tegal.
***