Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Cara Mengurangi Overstimulasi Setelah Kerja

Isabella Aluna Zahira•
Gaya Hidup

Setelah seharian bekerja, banyak orang merasa otak “penuh”, sulit fokus, mudah lelah, bahkan sensitif terhadap suara atau layar. Kondisi ini sering disebut sebagai overstimulasi, yaitu ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu lama.

Jika tidak dikelola, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas istirahat, produktivitas, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Berikut beberapa cara sederhana untuk membantu meredakan overstimulasi setelah aktivitas kerja yang padat.

1. Beri jeda dari layar dan notifikasi

Salah satu penyebab utama overstimulasi adalah paparan gadget tanpa henti. Setelah kerja, penting untuk mengurangi stimulasi digital.

Yang bisa dilakukan:

  • Matikan notifikasi sementara

  • Hindari langsung membuka media sosial

  • Beri waktu “offline” minimal 30–60 menit

Tujuannya adalah memberi otak kesempatan untuk menurunkan beban informasi.

Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla
Baca Juga · Gaya Hidup
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Memanas, Peneliti BRIN Ingatkan Publik Jangan Lupakan Karhutla

2. Lakukan aktivitas transisi yang tenang

Alih-alih langsung istirahat total, tubuh butuh “peralihan” dari mode kerja ke mode santai.

Contoh aktivitas:

  • Mendengarkan musik lembut

  • Mandi air hangat

  • Jalan santai ringan

  • Merapikan kamar tanpa tekanan

Aktivitas ini membantu sistem saraf beradaptasi secara perlahan.

3. Latihan pernapasan atau relaksasi ringan

Teknik pernapasan sederhana bisa membantu menurunkan ketegangan mental.

Cara mudah:

  • Tarik napas dalam 4 detik

  • Tahan 4 detik

  • Hembuskan perlahan 6–8 detik

Ulangi beberapa menit untuk membantu tubuh lebih rileks.

Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned
Baca Juga · Gaya Hidup
Suarakan Karhutla, Viewers Tasya Farasya Anjlok hingga Akun Ustaz Adi Hidayat Kena Banned

4. Kurangi stimulus visual dan suara

Setelah bekerja, otak membutuhkan suasana yang lebih tenang.

Bisa dilakukan dengan:

  • Meredupkan lampu

  • Menghindari TV atau video cepat

  • Mengurangi kebisingan lingkungan

  • Menggunakan suasana sunyi atau musik ambient

Hal ini membantu sistem saraf menurunkan tingkat kewaspadaan.

5. Tidur dan istirahat yang berkualitas

Tidur adalah cara paling efektif untuk memulihkan overstimulasi.

Tips mendukung tidur lebih baik:

  • Hindari layar 30 menit sebelum tidur

  • Buat rutinitas tidur yang konsisten

  • Pastikan ruangan nyaman dan gelap

  • Hindari konsumsi kafein di malam hari

Istirahat yang cukup membantu otak “reset” dari beban aktivitas harian.

Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan
Baca Juga · Gaya Hidup
Top Up DANA Rp10 Juta dari BCA Tak Masuk, Uang Sudah Terpotong: Nasabah Menunggu Kejelasan

Mengapa Overstimulasi Perlu Dikelola?

Jika dibiarkan, overstimulasi dapat menyebabkan:

  • Sulit fokus

  • Mudah lelah secara mental

  • Kecemasan ringan

  • Gangguan tidur

  • Penurunan produktivitas

Mengelolanya sejak awal membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental.

Kesimpulan

Mengurangi overstimulasi setelah kerja tidak harus rumit. Dengan langkah sederhana seperti mengurangi layar, melakukan relaksasi, hingga tidur berkualitas, tubuh dan pikiran bisa kembali stabil dan siap untuk aktivitas berikutnya.

Tags:
#Overstimulasi#Kesehatan Mental#Work-Life Balance
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…